elektro

Cara Membuat Rangkaian Lampu LED (Seri + Paralel)

Saat ini penggunaan lampu  LED semakin luas dalam berbagai kebutuhan.  Seperti untuk penerangan, pengatur lalu lintas, perangkat elektronik maupun hiasan. Lampu ini...

Written by arga · 3 min read >
cara membuat rangkaian lampu led

Saat ini penggunaan lampu  LED semakin luas dalam berbagai kebutuhan.  Seperti untuk penerangan, pengatur lalu lintas, perangkat elektronik maupun hiasan. Lampu ini mudah sekali anda jumpai di pasaran, namun tak sedikit pula ingin merangkainya sendiri dengan alasan lebih hemat dan sesuai keinginan. Berikut ini adalah rangkaian serta cara membuat rangakaian lampu LED yang dapat anda praktikkan sendiri di rumah.

Rangkaian Lampu LED

LED (Light Emitting Diode) merupakan salah satu jenis dioda yang dapat memancarkan cahaya. Sekarang ini lampu LED lebih diminati masyarakat luas dibanding dengan jenis lampu konvensioanal biasa.

Keunggulan dari lampu LED yaitu :

  • Lampu yang dihasilkan lebih terang dari lampu biasa, bahkan beberapa orang menilai lampu LED lebih terang dibanding dengan lampu TL atau lampu pijar.
  • Lampu LED juga  hemat daya energi karena konsumsi energinya lebih sedikit dan  menghemat hingga 75 persen dari jenis lampu pijar maupun TL.
  • Lampu LED tidak memproduksi sinar UV (Ultra Violet) sehingga tidak menghasilkan panas dan kalian yang menggunakan tidak merasakan panas.
  • Komponen ini dapat bertahan hingga 50000 jam atau sekitar 5 tahun, sehingga anda bisa lebih menghemat uang karena tidak perlu lagi mengganti ganti lampu.

Lampu LED juga merupakan komponen elektronika yang terbilang sensitif akan tegangan dan arus. Sehingga LED harus mendapatkan nilai tegangan dan arus yang sesuai dengan  LED yang bersangkutan. Pemberian tegangan dan arus yang tidak sesuai atau melebihi batas kemampuan bisa mengakibatkan komponen LED terbakar.

Cara Membuat Rangkaian LED

Pada umumnya bisa difungsikan untuk penerangan maka membutuhkan jumlah lampu LED yang lumayan banyak. Kita dapat menggunakan dua jenis rangkaian lampu LED diantaranya ialah Rangkaian seri dan rangkaian paralel.

Pada rangkaian LED terdapa resistor yang berfungsi  sebagai pembatas arus untuk mencegah kemungkinan terburuk yang terjadi ketika sumber arus yang besar akan menyebabkan LED cepat rusak. Untuk membuat LED bekerja, umumnya dibutuhkan satu hingga tiga buah baterai yang memiliki tegangan hingga 3 volt.

Rangkaian Seri LED

rangkaian lampu led seri

Rangkaian seri LED merupakan sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih lampu LED yang disusun secara seri atau sejajar.

Untuk membuat rangkaian seri LED, :

  • Output positif dari pencatu daya (power supply) dihubungkan ke kaki terminal positif (Anoda) dari LED pertama.
  • Sementara pada kaki terminal negatif (Katoda) dari LED pertama tersebut dihubungakan ke kaki terminal positif (Anoda) pada LED kedua.
  • Untuk kaki terminal negatif (Katoda) dari LED kedua tersebut dihubungkan ke kaki terminal positif (Anoda) pada LED ketiga.
  • Begitu juga seterusnya hingga jumlah LED yang ingin anda buat.
  • Pada akhirnya, kaki terminal negatif (Katoda) dari LED terakhir dihubungkan ke negatif pencatu daya (power supply atau driver).

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam rangkaian seri lampu LED :

  • Arus yang mengalir pada setiap LED memiliki jumlah yang sama.
  • Jumlah tegangan pada rangkaian sama dengan jumlah tegangan di seluruh LED
  • Jika ada kerusakan pada salah satu LED maka seluruh rangkaian juga tidak akan berfungsi.
  • Rangkaian seri lampu LED lebih mudah untuk dibuat rangkaian

Cara Menghitung Nilai Resistor pada Rangkain Seri LED

Pada rangkaian seri, sebuah resistor memiliki fungsi sebagai pembatas yang dihubungkann secara seri diantara beberapa LED yang juga dihubungkan secara seri.

Jumlah tegangan yang dibutuhkan pada rangkaian seri LED ditentukan oleh berapa banyak LED yang digunakan. Misalnya adalah bila dalam menggunakan 1 LED membutuhkan tegangan 1,7 V maka bila anda merangkai 4 LED secara seri, anda membutuhkan 4 kali tegangan atau sekitar 6,8V (1,7V x 4).

Agar LED bisa berfungsi sebagaimana mestinya, maka dibutuhkan perhitungan untuk menentukan nilai resistor pembatas yang tepat untuk rangkaian seri LED tersebut.

Rumus :

rumus rangkaian seri lampu leed

Keterangan :

  • R =  Nilai Resistor (Ohm) ꭥ
  • VS = Tegangan Sumber/Input (Volt)V
  • VLED1 = Tegangan LED 1 (Volt)
  • VLED2 = Tegangan LED 2 (Volt)
  • VLEDn = Tegangan LED n ( Volt)
  • I = Arus maju LED ( Ampere) A

Contoh Kasus

Sebuah rangkaian yang akan dirangkai memiliki 3 buah LED merah secara seri, tegangan maju (VF) pada LED merah sebesar 1,7 Volt, sementara arus maju (IF) LED merah tersebut 30mA. Untuk tegangan input yang akan dialirkan sebesar 12 V. Maka Berapa nilai resistor yang dibutuhkan ?

Diketahui :

  • Vs =  12 V
  • VLED1 = 1.7 V
  • VLED2 = 1.7 V
  • VLED3 = 1.7 V
  • I = 30mA atau 0.03A

Ditanya :  R ?

R = { Vs  – (VLED1   + V LED2  + ….  + VLEDn)}   /  I

R = { 12  – (1,7 + 1,7 + 1,7)}  / 0,03

R  =  (12 – 5,1)  / 0,03

R  = 6,9 / 0,03

R = 230 ohm (ꭥ)

Sehingga nilai resistor ditemukan sebesar 230 ohm

Rangkaian Paralel Lampu LED

rangkaian lampu led paralel

angkaian paralel LED merupakan rangkaian yang terdiri dari dua atau lebih lampu LED yang disusun secara berderet atau berbentuk paralel.  Dalam rangkaian paralel LED, seluruh kaki terminal positif (Anoda) LED dihubungkan bersama ke Output Positif Tegangan Sumber yakni pencatu daya.

Sementara pada  bagian kaki terminal negatif (Katoda) LED dihubungkan bersama menuju output negatif pada tegangan sumber (pencatu daya).

Hal hal yang harus diperhatikan dalam rangkaian paralel lampu LED

  •  Jumlah tegangan yang diperlukan di setiap LED sama
  • Total arus yang mengalir pada rangkaian sama dengan jumlah arus yang mengalur pada setiap LED.
  • Total arus keluaran (Output) dibagi pada masing masing baris paralel.

Cara Menghitung Nilai Resistor Pada Rangkaian Paralel LED

Pada rangkaian paralel di atas, terdapat satu buah resistor pembatas yang dihubungkan dengan tiga buah LED yang dipasang secara paralel.

Lampu LED yang dirangkai secara paralel tidak lagi membutuhkan tegangan yang berkali lipat jumlah LED. Bila satu buah LED membutuhkan 2.2V maka untuk 5 buah LED yang dihubungkan secara paralel hanya membutuhkan 2.2V saja.

Namun berbeda lagi dengan arus, arus yang dibutuhkan harus berkali lipat berdasarkan jumlah banyaknya LED yang dipasang. Untuk menentukan nilai resistor yang tepat pada rangkaian paralel, maka dibutuhkan perhitungan yang juga berdasarkan Hukum Ohm.

Rumus :

rumus rangkaian paraleli lampu leed

Keterangan :

  • R = Nilai Resistor (Ohm)
  • Vs = Tegangan Sumber/Input (Volt)
  • VLED1 = Teganan LED 1 (Volt)
  • VLED2 = Teganan LED 2 (Volt)
  • VLEDn = Teganan LED n (Volt)
  • I = Arus Maju LED (Ampere)

Contoh Kasus

Sebuah rangkaian paralel yang akan dirakit memiliki 3 buah lampu LED hijau. LED hijau memiliki tegangan maju (VF) sebesar 2.2V, sementara arus maju (IF) pada LED sebesar 25mA. Untuk jumlah tegangan Input yang akan dialirkan sebesar 12V.  Berapa Nilai Resistor ?

Diketahui :

  • Vs = 12V
  • VLED1 = 2.2V
  • VLED2 =  2V
  • VLED3 = 2.2V
  • I = 25mA atau 0.025A

Ditanya : R ?

contoh soal rangkaian paraleli lampu leed

Sehingga nilai resistor yang ditemukan adalah sebesar 130.6 ꭥ

Kekurangan Lampu LED

  1. Lampu LED cenderung menghasilkan intensitas cahaya yang terbilang kecil.
  2. Harga LED di pasar relatif lebih mahal dibanding jenis lampu lain. Hal ini dikarenakan kualitas lampu LED jauh lebih baik dan hemat, sehingga tidak perlu lagi mengganti ganti lampu.
  3. Memiliki cahaya yang silau
  4. LED tidak dapat menembus kabut
low pass filter adalah

Low Pass Filter (LPF) Adalah …

arga in elektro
  ·   3 min read

2 Replies to “Cara Membuat Rangkaian Lampu LED (Seri + Paralel)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *