elektro

Rangkaian Inverter AC ke DC Sederhana + Cara Membuatnya

Tak jarang keberadaan inverter sangat dibutuhkan bagi beberapa orang yang banyak memiliki kegiatan outdoor seperti kemah, camping, mendaki, mancing dan sebagainya. Selain...

Written by arga · 2 min read >

Tak jarang keberadaan inverter sangat dibutuhkan bagi beberapa orang yang banyak memiliki kegiatan outdoor seperti kemah, camping, mendaki, mancing dan sebagainya. Selain itu, saat kondisi listrik padam, inverter juga dapat digunakan untuk mensupply listrik bagi peralatan elektronik yang sebagian besar menggunakan listrik jenis AC. Untuk itu, kali ini kami bagikan panduan cara membuat dan penjelasan lengkap mengenai rangkaian inverter sederhana.

Rangkaian Inverter

Inverter merupakan suatu alat yang mampu mengubah atau mengkonversi arus listrik dari arus searah (DC) menjadi arus bolak balik (AC).  Sumber listrik arus DC yang dikonversi oleh inverter dari baterai, accumulator maupun sollar cell menjadi ke arus AC guna menyalakan lampu atau beberapa perangkat elektronik lainnya.

Pada dasarnya, membuat sebuah rangkaian inverter sederhana sangatlah mudah. Skema rangkaian inverter yang sederhana ini sangat cocok bagi kebanyakan orang yang hanya butuh menaikkan tegangan dari input 12 Volt saja. Misalnya dari aki (accumulator) dan kemudian dikonversikan menjadi tegangan output 220 Volt standar dari PLN

Sebelum mempraktekkan dalam pembuatan rangkaian inverter,  ada baiknya memahami terlebih dahulu diagram blok dari sebuah rangkaian inverter sederhana sehingga akan mengetahui juga bagaimana cara kerja dan tentunya akan sangat memudahkan dalam membuat rangkaian inverter sederhana ini.

Diagram Blok Inverter

diagram blok rangkaian inverter

1. Baterai

Arus dari baterai berfungsi menjadi supply utama untuk rangkaian inverter sekaligus sebagai arus listrik yang akan dikonversikan ke arus listrik bolak balik (AC) seperti PLN. Besarnya kapasitas baterai sangat menentukan lamanya waktu penggunaan inverter. Biasanya pada sebuah UPS digunakan sebuah baterai kering dengan tegangan 12 Volt DC 7 AH.

2. MOSFET Driver Circuit

Pada blok ini terdapat osilator yang berfungsi membangkitkan multivibrator tak stabil yang dialirkan menuju penguat jenis MOSFET. Transistor jenis FET ini sangat banyak digunakan pada jaringan inverter seperti pada UPS. Transistor jenis FET lebih unggul dengan transistor biasa, dimana pada MOSFET lebih kuat dan efisiensi karena hanya memerlukan yang kecil.

3. Step Up Transformer

Kemudian terdapat Step UP trafo yang berfungsi untuk menaikkan tegangan yang berasal dari MOSFET. Trafo yang sering digunakan pada sebuah rangkaian inverter yaitu trafo jenis CT (Center Tap).

4. AC Power

Bagian ini merupakan output dari trafo inverter yang memiliki tegangan dengan besar antara 220 VDC hingga 230 VDC yang bisa langsung dihubungkan dengan beban listrik atau perangkat elektronik.

Rangkaian Inverter 12 V ke 220 V 1000 Watt Sederhana

rangkaian inverter sederhana 1000 watt

Berikut adalah skema rangkaian inverter sederhana 12 Volt DC menjadi 220 Volt DC dengan 1000 Watt yang mudah sekali anda buat sendiri.

Meski rangkaian inverter di atas terlihat sederhana dan tidak membutuhkan banyak komponen elektronika, tetapi daya inverter yang dihasilkan terbukti mampu bekerja dengan cukup baik.

Untuk sumber energinya, anda dapat menggunakan sumber energi listrik DC 12 Volt yang berupa Aki (Accumulator) atau juga bisa yang laiinnya sesuai dengan kebutuhan. Beberapa komponen yang dibutuhkan antara lain :

  • 1 buah Trafo 12 Volt CT minimum 10 Amp atau lebih, kalau ada bekas yang berasal dari UPS atau dari elektronik lainnya juga gak papa.
  • 2 buah transistor Mosfet IRFZxx seperti IRFZ44 atau juga persamaannya
  • 2 buah Transistor NPN c945
  • 1 buah kotak PCB
  • 1 buah Resistor 470 ohm
  • 2 buah Resistor 4k7 ohm
  • 1 buah Kapasitor 10 uf
  • 2 buah kapasitor 100 nf
  • 1 buah IC 78L12

Selain bahan-bahan yang disebutkan di atas, beberapa alat yang juga harus dipersiapkan dalam pengerjaan antara lain seperti solder timah, gunting,  obeng, cutter dan sebagainya.

Sebuah rangkaian plipop dari dua transistor C945 berfungsi sebagai pengumpan oscilator dengan F sekitar 50 s/d 60 Hz pada transistor Mosfet yang dikerjakan secara pushfull pada L sekunder Trafo CT 12V-220V.

Medan magnet yang dihasilkan oleh On Off transistor Pushfull ini digunakan sebagai pembangkit listrik pada lilitan primer trafo tegangan output 220V AC dengan gelombang berbentuk kotak. Kuat arus tegangan ini ditentukan dari kuat arus yang masuk pada TR power IRFZ44.

rangkaian inverter sederhana 1000 watt

Dari skema rangkaian inverter sederhana 1000 watt di atas, anda dapat langsung melakukan pengerjaan :

  1. Mulailah dengan merangkai setiap komponen pada PCB dengan mengikuti skema di atas.
  2. Setelah semua selesai, hubungkan TR power ke traf CT 12 Volt 3 sampai 10 ampere.
  3. Masukkan tegangan sebesar 12V Dc dengan amperer yang kecil terlebih dahulu untuk mengecek apakah plipop dapat bekerja dengan normal atau tidak. Apabila plipop tidak bekerja dengan normal, maka akan terjadi shortcircuit antara TR Mosfet dengan trafo, untuk itu pastikan plipop bekerja dengan baik.
  4. Untuk mengecek apakah rangkaian inveter sederhana 12 VDC ke 220 VDC 1000 watt telah bekerja dengan benar, coba gunakan inverter tersebut ada lampu dengan spesifikasi 220 V / 5 watt. Apabila saat inverter tersebut dinyalakan dan lampu dapat menyala, maka inverter telah berhasil dibuat dan bisa digunakan.
  5. Untuk mendapatkan rangkaian inverter yang lebih baik dan maksimal, tambahkan sekring atau fuse sebagai pengaman.

rangkaian inverter sederhana

pengertian turbin

Macam Macam Turbin Beserta Penjelasannya

arga in elektro
  ·   3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *