Listrik

4 Tips dan Cara Membuat Rangkaian Alat Penghemat Listrik

Borosnya penggunaan listrik membuat banyak orang mencari cara efektif guna mengurangi pengeluaran biaya listrik. Salah satunya ialah dengan menambahkan rangkaian alat penghemat...

Written by arga · 3 min read >
rangkaian alat penghemat listrik

Borosnya penggunaan listrik membuat banyak orang mencari cara efektif guna mengurangi pengeluaran biaya listrik. Salah satunya ialah dengan menambahkan rangkaian alat penghemat listrik. Alat penghemat listrik sendiri sangat banyak dan bervariatif di pasaran. Akan tetapi alat ini masih banyak menuai pro kontra akan ke-efektifannya dalam menghemat listrik. Bagaimana rangkaian dan prinsip kerja alat penghemat listrik ?

Rangkaian Alat Penghemat Listrik

Rangkaian alat penghemat listrik terbilang sederhana dan sangat mudah. Karena bahan maupun komponen untuk membuat alat ini tidak terlalu banyak. Bahkan bisa dibilang rangkaiannya lebih sederhana dari rangkaian power supply.

Perlu diketahui bahwa fungsi utama dari alat ini bukan menghemat listrik, namun lebih ke menstabilkan dan mengurangi start awal alat induktif. Alat induktif seperti mesin cuci, kulkas, kipas dan ac membutuhkan tarikan awal dengan daya yang lebih besar sebelum bekerja normal. Sebenarnya pada alat ini sudah terpasang kapasitor starting yang berfungsi untuk membantu putaras start dinamo yang mempercepat berputar dan daya yang dibutuhkan start awal akan lebih sedikit.

Namun dengan tambahan kapasitor pada bank listrik, khususnya pada jalur yang dekat dengan alat induktif tadi, maka kerugian listrik dapat distabilkan atau dikurangi. Meski dampaknya tidak terlalu besar, tapi jika start dilakukan berulang kali, maka pengaruhnya akan terasa lebih irit.

Ada 4 cara dalam membuat alat penghemat listrik :

1. Memasang Alat Penghemat Listrik Sebelum Meteran

Cara ini terbilang paling ampuh dibanding dengan yang lain. Yaitu dengan memasang sebuah kapasitor dan coil sebelum meteran terpasang atau bisa dengan memasang trafo sebelum meteran terpasang.

Cara ini bertujuan agar gelombang arus listrik yang masuk bisa dalam keadaan kecil sebelum masuk ke meteran listrik. Kemudian ada cara lain juga yaitu mengantisipasi MCB dengan memaksimalkan daya listrik. Hal ini menjadikan voltase yang masuk ke meteran lebih kecil.

Tapi yang harus ada garis bawahi adalah, cara memasang alat penghemat listrik sebelum meteran ini masih kontroversial di masayarakat. Sebagian besar menyimpulkan cara ini ilegal. Untuk itu, agar tidak terjadi masalah dengan pihak PLN dikemudian hari, anda wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan pekerja PLN.

2. Memasang Alat Penghemat Listrik Setelah Meteran

Cara yang kedua ini sudah jelas boleh dan legal. Cara kedua ini yaitu dengan memasang kapasitor yang memiliki fungsi dalam menstabilkan tarikan listrik yang sangat mendadak.

Tarikan listrik yang mendadak ini menyebabkan voltase tinggi dan mengakibatkan penggunaan listrik yang sangat boros. Untuk itu dengan diberikan kapasitor, maka tarikan listrik akan terjadi pada kapasitor bukan di meteran. Sehinnga penggunaan listrik akan menjadi lebih hemat.

3. Membuat Rangkaian Listrik Pada Instalasi Rumah

rangkaian penghemat listrik pada instalasi rumah

Cara ketiga dalam menghemat listrik rumah yaitu dengan memasang sebuah rangkaian penghemat  listrik pada instalasi rumah secara langsung. Bila tidak mau sedikit repot anda bisa membeli rangkaian ini yang sudah tersedia di toko-toko elektronik.

Cara ini terbilang efektif dalam upaya penghematan listrik di rumah karena secara langsung mengendalikan pemakaian beban listrik di seluruh rumah.  Bila anda ingin membuatnya sendiri, anda bisa mendapatkan semua komponennya dengan muda di toko elektronik.

4. Membuat Rangkaian Listriik pada Stop Kontak

rangkaian penghemat listrik pada stop kontak

Untuk cara yang terakhir ini, rangkaian berfungsi hanya pada alat alat yang pemakaian listriknya terhitung besar dan tinggi. Seperti mesin cuci, kulkas, ac, setrika, kipas angin dan sebagainya. Rangkaian penghemat ini di pasang pada stop kontak.

Bagaimana cara membuat rangkaiannya ?

  • Sediakan Box Power Supply yang berukuran sedang dari bahan plastik.
  • Satu buah kabel power cpu
  • Siapkan lampu kecil hingga sedang, atau jika ada lampu setrika
  • Sekring dan fuse 4 – 5A
  • 1 buah kapasitor yang bertegangan tinggi yang berukuran 10Uf 450V AC.

Beberapa orang menyatakan bahwa penggunaan rangkaian ini bisa menghemat hingga 25% dari penggunaan bulanan listrik.

Cara kerja alat ini yaitu dengan cara mengurangi besaran Cosinus dari Kurva Arus AC yang agar terbaca lebih rendah pada alat ukur pengukur kilometer (KWH). Dengan begitu pemakaian akan lebih sedikit dan tagihan juga akan berkurang.

Efisiensi Penggunaan Alat Penghemat Listrik

Sebelum membahas keefektifan penggunaan alat penghemat listrik ini, pahami terlebih dahulu beban listrik.

Secara umum, beban listrik arus bolak balik ( beban listrik di rumah/perkantoran/industri) terdiri dari tiga jenis, yaitu

  1. Beban Induktif

Beban induktif merupakan beban yang mempunyai gulungan atau kumparan. Alat peralatan listrik yang termasuk beban induktif yaitu seperti mesin pompa air, mesin cuci, kipas angin dan sebagainya yang termasuk sebagai motor listrik.  Pada beban ini menyerap daya reaktif (var) bersifat positif.

  1. Beban Kapasitif

Secara langsung alat elektronik yang dikategorikan dalam beban kapasitif sebenarnya tidak ada. Hal ini dikarenakan komponen untuk beban kapasitif ini merupakan kapasitor itu sendiri. Kapasitor ini umumnya ada pada peralatan elektronika yang telah terintegrasi dengan lain. Pada beban kapasitiff= menyerap daya reaktif bersifat negatif.

  1. Beban Resistif

Alat elektronik yang merupakan dalam beban resistif meliputi resistor, lampu pijar, setrika listrik, ricecooker, dispenser dan lain lain. Pada beban resistif bila berikan arus listrik akan menyerap daya aktif/daya nyata. Daya nyata/aktif (watt) merupakan daya listrik yang diperlukan oleh beban resistif tersebut.

Lantas apa hubungannya dengan alat penghemat listrik ?

Secara umum, beban listrik yang ada pada rumah, kantor maupun industri adalah beban induktif dan beban resistif.

  • Alat penghemat listrik akan memberikan pengaruh besar dalam penggunaan listrik jika pemasangannya pada beban induktif dan satu stop kontak pada beban tersebut.
  • Bila terdapat banyak beban induktif namun dengan tempat yang berjauhan, maka penggunaan alat ini harus lebih dari satu alat penghemat listrik. Hindari memasang alat ini secara tetap yang artinya beban induktif nyala maupun mati yang secara bersamaan.
1 pk berapa watt

Cara Menghitung 1 HP / PK Berapa Watt ?

arga in Listrik
  ·   2 min read
1 kva berapa watt

Cara Menghitung 1 KVA Berapa Watt ?

arga in Listrik
  ·   3 min read
cara menghitung 1 ampere berapa watt

Cara Menghitung 1 Ampere Berapa Watt ?

arga in Listrik
  ·   3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *