Proximity Sensor / Sensor Jarak : Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenisnya

Proximity sensor adalah salah satu sensor yang saat ini digunakan hampir di setiap mesin produksi. Sensor jarak ini juga memiliki fungsi penting dalam berbagai jenis smartphone. Karakteristik dari Sensor Proximity ini adalah mendeteksi objek benda dengan jarak yang cukup dekat. Mengetahui bagaimana proximity sensor atau sensor jarak ini merupakan suatu yang cukup penting bagi anda yang berada di dunia elektro.

Pengertian Proximity Sensor / Sensor Jarak

Proximity sensor (Sensor Proximity) adalah terdiri dari 2 kata yaitu “Sensor” dan “Proximity”, dimana Proimity berarti jarak atau kedekatan.

Proximity sensor (Sensor Proximity) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan sensor jarak adalah suatu perangkat elektronik yang mampu mendeteksi keberadaan suatu benda berdasarkan jarak benda tersebut dan tanpa adanya kontak fisik.

Dapat juga diartikan bahwa Proximity sensor adalah suatun perangkat yang dapat mengolah informasi tentang pergerakan atau keberadaan suatu objek benda menjadi sebuah sinyal listrik. Pada umumnya sensor proximity ini mampu bekerja dengan sensitifitas perubahan jarak yang sangat kecil, yaitu sekitar 1 mm.

Proximity sensor hanyalah sebuah sensor, yang biasanya dilengkapi dengan suatu sistem lanjutan atau yang disebut dengan proximity swtich yang bekerja dengan mengirimkan sinyal untuk sistem otomatis ke berbagai perangkat lainnya.

Cara Kerja Proximity Sensor / Sensor Jarak

proximity-sensor adalah

Prinsip kerja dari Proximity Sensor adalah ketika ada suatu objek yang mendekat dan masuk dalam jangkauan sensor jarak, maka lampu kilat akan mengeluarkan sinar inframerah dan memonitor refleksinya. Ketika sensor menerima adanya pantulan, sensor akan menegaskan bahwa ada benda di sekitarnya.

Sensor proximity ini tidak menggunakan bagian–bagian yang bergerak atau mekanis untuk mendeteksi keberadaan suatu objek, tapi menggunakan medan elektromagnetik atau radiasi elektromagnetik untuk menentukan apakan terdapat suatu objek di sekitarnya.

Sensor proximity mampu mendeteksi keberadaan atau perubahan jarak suatu objek yang terbuat dari berbagai bahan baik Logam maun Non logam.

Ketika terdapat sedikit saja perubahan atau pergeseran jarak suatu benda dari sensor jarak ini, maka sensor Proximity akan langsung bekerja dan mengirimkan sinyal yang dihubungkan dengan berbagai sistem otomatisasi.

Yang perlu diingat bahwa sensor ini hanya digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu benda, bukan untuk melakukan pengukuran dan sebagainya.

Kegunaan Proximity Sensor / Sensor Jarak

Sensor proximity banyak digunakan pada berbagai mesin otomatis di beragai industri-industri  seperti mesin pengemasan, mesin produksi, mesin cetak, mesin pengerjaan logam, mesin pengolah makanan dan masih banyak lagi.

Sensor ini memiliki tingkat keakuratan dan sensitifitas sensor yang sangat baik. Selain itu, proximity sensor juga cukup praktis dan termasuk sensor yang tahan akan benturan ataupun goncangan, serta cukup mudah dalam perawatan atapun perbaikan penggantiannya.

Fungsi Proximity Sensor pada Smartphone

sensor jarak pada smartphone

Salah satu contoh lagi penggunaan proximiity sensor yang mudah dijumpai adalah pada sensor smartphone. Pada ponsel pintar berbasis android dan layar sentuh ini, telah dilengkapi dengan sensor kedekatan (proximity).

Saat ponsel cerdas ini melakukan atau menerima panggilan, layar masih terbuka hingga ponsel kita dekatkan ke telinga maka ponsesl akan terkunci layar sentuhnya secara otomatis. Proximity sensor akan mendeteksi adanya objek yang mendekatinya dan mengeluarkan sinyal untuk menonaktifkan fungsi layar sentuh sehingga layar sentuh tidak berfungsi.

Jenis Proximity sensor  yang digunakan pada smartphone yaitu jenis Ultrasonic Proximity sensor.

Jenis – Jenis Proximity Sensor / Sensor Jarak

Berdasarkan fungsi dan kegunaannnya, proximity sensor dapat dibedakan menjadi 4 jenis utama, antara lain :

1. Inductive Proximity Sensor

proximity sensor induktif

Induktive Proximity Sensor atau Sensor Jarak Induktif adalah sensor kedekatan induktif untuk mendeteksi keberadaan objek logam baik logam Ferrous maupun Non Ferrous.

Prinsip kerja dari inductive proximity sensor adalah berdasarkan induksi magnetik, apabila terdapat objek sejenis logam yang terdeteksi oleh permukaan sensor, maka medan magnet yang dihasilkan akan berubah dan perubahan nilai induksi inilah yang membuat sensor memberikan sinyal.

komponen proximity sensor induktif

Sensor jarak induktif hanya mendeteksi adanya perubahan jarak objek yang berbahan logam, sehingga sensor ini masih bekerja meski objek logam tersebut terhalang benda Non Logam. Misalnya adalah sebuah sensor proximity telah dipasang sedemikian rupa, kemudian diletakkan suatu benda sejenis logam dengan jarak tertentu dari sensor.

Sensor jarak induktif akan mengirimkan sinyal ke sistem kontrol atau otomatisasi, bila terdapat adanya perubahan nilai induksi magnetik, yang mungkin disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini :

  • Objek logam yang telah diletakkan mengalami pergeseran jarak, bertambah jauh atau bertambah dekat.
  • Terdapat benda sejenis logam lainnya yang masuk ke permukaan sensor alat proximity ini.

Contoh penggunaan dari sensor jarak induktif ini adalah pada metal detector di berbagai bandara. Sensor proximity ini akan mendeteksi adanya objek atau benda logam walaupun tidak terlihat.

2. Capacitive Proximity Sensor

proximity sensor kapasitif

Capacitive Proximity Sensor atau Sensor Jarak Kapasitif adalah proximity sensor yang mampu mendeteksi  perubahan jarak atau kedekatan berbagai objek dari bahan Logam dan Non Logam ( Kayu, Plastik, Beton, Kaca, dll).

Sensor jarak kapasitif ini secara substansial tidak jauh berbeda dengan sensor jarak induktif, bedanya adalah sensor jarak kapasitif mampu menghasilkan medan elektrostatik sementara sensor jarak induktif menghasilkan medan elektromagnetik.

Sensor jenis ini digerakkan oleh bahan konduktif dan non-konduktif. Elemen aktif dari capacitive proximity sensor adalah terdiri dari dua elektroda logam yang diposisikan sesuai dengan kapasitor terbuka (sama).

penggunaan proximity sensor kapasitif

Prinsip kerja dari sensor proximity kapasitif ini adalah dengan cara mengukur perubahan kapasitansi medan listrik pada kapasitor yang disebabkan oleh sebuah objek yang mendekatinya. Biasanya, sensor jenis ini digunakan pada bagian bumper mobil atau bagian belakang mobil untuk memudahkan dala mengatur posisi parkir mobil atau kendaraan agar tidak menabrak benda yang ada dibelakang mobil tersebut.

3. Ultrasonic Proximity Sensor

Ultrasonic Proximity Sensor

Ultrasonic Proximity Sensor atau sensor jarak ultrasonik adalah sebuah sensor jarak yang menggunakan prinsip kerja yang mirip dengan radar atau sonar yaitu dengan cara menghasilkan gelombang frekuensi tinggi untuk menganalisa gema yang diterima setelah terpantul dari objek yang mendekatinya.

Sensor proximity ini akan menghitung waktu antara pengiriman sinyal dengan penerimaan sinyal untuk menentukan jarak objek atau benda yang bersangkutan. Gelombang ultrasonik ini dihasilkan melalui sebuah alat yang dinamakan dengan Piezoelektrik dengan frekuensi tertentu. Piezoelektrik ini akan menghasilkan gelombang ultrasonik ketika sebuah osilator diterapkan pada objek tersebut.

Penggunaan Ultrasonic Proximity Sensor

Sensor jenis ini banyak digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu objek dan mengukur objek di proses otomatis pabrik.

4. Photoelectric Proximity Sensor

Penggunaan Photoelectric Proximity Sensor

Photoelectric Proximity sensor atau sensor jarak fotolistrik adalah sebuah sensor jarak yang menggunakan elemen peka cahaya untuk mendeteksi keberadaan objek. Sensor jenis ini juga dapat digunakan guna mendeteksi jarak objek dari berbagai jenis bahan padat, baik Logam maupun Non-Logam.

Sensor jarak fotolistrik terdiri dari sumber cahaya (Emitor) dan penerima (Receiver). Sensor ini mampu mendeteksi keberadaan suatu objek yang jaraknya cukup jauh dari posisi sensor, bahkan perubahan jarak benda sejauh belasan meter.

Sensor Jarak Fotolistrik dapat dibedakan menjadai 3 jenis, antara lain :

  • Direct Reflection, Dimana Emitor dan Receiver ditempatkan bersama, menggunakan cahaya yang dipantulkan langsung dari objek untuk dideteksi.
  • Refleksi dengan Reflektor, Dimana Emitor dan Receiver disimpan bersama dan memerlukan reflektor. Suatu objek akan terdeteksi apabila objek tersebut mengganggu sinar antara sensor dan reflektor.
  • Thru Beam, Dimana Emitor dan Receiver ditempatkan secara terpisah dan mendeteksi objek ketika objek tersebut mengganggu sinar antara emitor dan receiver.
  • Add Your Comment