Pengertian dan Jenis-Jenis Sensor

Istilah sensor sudah tidak asing lagi bagi kita semua, namun tidak banyak yang tahu apa sebenarnya pengertian sensor dalam dunia elektronika.  Saat ini, sensor adalah salah satu komponen yang banyak digunakan dalam berbagai perangkat elektronika dengan teknologi yang canggih. Jenis-jenis sensor pun banyak dan beragam yang masing-masing memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda. Berikut adalah penjelasannya.

Pengertian Sensor

Secara umum, pengertian sensor adalah sebuah komponen yang bekerja dengan mendeteksi adanya kejadian atau suatu perubahan lingkungan fisik sekitar dan menghasilkan output yang sesuai dengan fungsinya.

Dalam sistem elektronika,  pengertian sensor adalah jenis tranduser yang memiliki fungsi untuk mengolah input/masukan seperti suara, getaran, gerak, panas, cahaya, magnetis dan kimia menjadi  tegangan atau arus listrik yang kemudian diproses guna menghasilkan sebuah output.

Tranduser sendiri dapat diartikan sebagai sebuah alat yang mengubah satu bentuk daya menjadi bentuk daya lain untuk tujuan tertentu. Tranduser dapat berupa peralatan listrik, elektronik, elektromagnetik, fotonik atau fotovaltik.

Cara kerja sensor sendiri ditentukan dari apa jenis dan fungsi dari sensor tersebut, namun tetap memiliki kesamaan dalam mendeteksi adanya perubahan dan mengolahnya. Energi yang diolah sensor tersebut bertujuan untuk menunjang kinerja perangkat elektronik yang menggunakan sensor itu sendiri.

Saat ini, dalam dunia elektronika sensor telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Lantas apa saja jenis jenis sensor yang paling banyak digunakan dalam rangkaian elektronika.

Jenis Jenis Sensor

jenis jenis sensor

Pada dasarnya jenis sensor dapat dibedakan menjadi 8 macam. Dari 8 macam sensor tersebut ada 3 jenis sensor yang paling sering digunakan dalam berbagai rangkaian elektronika, seperti sensor cahaya atau sinar, sensor suhu dan sensor tekanan. Namun ada baiknya anda mengenal semua jenis resistor yang ada.

1. Sensor Cahaya atau Sinar

sensor cahaya

Merupakan sebuah sensor yang mengubah energi cahaya menjadi energi listrik, yang juga sering disebut dengan Photosensor. Sensor jenis ini digunakan terhadap objek-objek yang memiliki bentuk warna atau cahaya untuk kemudian diolah menjadi daya yang berbeda-beda.

Sensor cahaya terbagi menjadi 3 macam, antara lain :

  • Fotovoltaic atau sel solar, merupakan jenis sensor yang berfungsi untuk mengubah energi sinar secara langsung menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan.
  • Fotokonduktif, merupakan sensor yang memberikan perubahan tahanan (resistansi) pada sel-selnya yang disebabkan oleh energi yang diterima. Semakin terang energi yang diberikan maka semakin kecil nilai tahanannya, dan sebaliknya bila semakin gelap maka niali tahanan semakin besar.
  • Fotolistrik, sensor ini memiliki cara kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi atau jarak sumber sinar (inframerah atau laser) atau pemantulnya.

Beberapa contoh komponen dari sensor sinar ini adalah LDR (Light Dependent Resistor), Fotodiode, Fototransistor dan salah satu contohnya  digunakan pada alat detektor harga pada berbagai supermarket ataupun infrared pada handphone.

2. Sensor Suhu

sensor suhu

Seperti halnya dengan namanya, sensor ini digunakan untuk mendeteksi sebuah suhu. Sensor jenis ini dapat dibagi menjadi 4 jenis utama, antara lain :

  • Thermocouple (T/C), yaitu sebuah alat yang terdiri dari sepasang tranduser yang berbeda kemudian disambungkan dan dilebur bersama, dimana terdapat perbedaan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi sebagai pembanding.
  • Detektor Suhu Tekanan atau Resistant Temperature Detector (RTD) merupakan sebuah tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini merupakan sebuah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan yang tinggi pada pendeteksian tahanan. Bahan yang biasa digunakan dalam RTD adalah platina karena memiliki kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas.
  • Termistor, merupakan jenis resistor yang peka terhadap panas yang biasanya memiliki koefisien suhu negatif. Karena saat suhu meningkat maka tahanan akan menurun dan juga sebaliknya. Komponen termistor sangat peka dengan perubahan (tahanan 5% per oC) sehingga mampu mendeteksi perubahan kecil di dalam suhu.
  • IC Sensor, merupakan jenis sensor dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chip silikon untuk elemen yang berperan sebagai sensor. Memiliki konfigurasi output tegangan dan arus yang sangat linear. Sensor jenis ini banyak dipasang pada  peralatan detector asap yang juga digunakan untuk melacak terjadinya kebakaran.

3. Sensor Tekanan

sensor tekanan

Sensor jenis ini menggunakan tranduser yang bekerja untuk mengukur ketegangan kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Dasar penginderaannya dari perubahan tahanan pengantar (tranduser) akibat perubahan panjang dan luas penampangnya.

Salah satu contoh peralatan yang menggunakan sensor tekanan yaitu alat untuk mendeteksi tekanan darah orang dewasa secara otomatis.

4. Sensor Kecepatan

sensor kecepatan

Merupakan sebuah sensor yang digunakan untuk mendeteksi kecepatan gerak suatu benda yang kemudian diolah kedalam format sinyal elektrik. Cara kerja dari sensor jenis ini yaitu proses penginderaanya merupakan kebalikan dari sebuah motor, dimana sebuah poros/object yang berputar pada suatu generator akan menghasilkan sebuah tegangan yang sesuai dengan kecepatan putaran object.

Kecepatan putar juga sering diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat terjadi medan magnetis.

5. Sensor Ultrasonik

sensor ultrasonik

Sensor jenis ini bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana mampu menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya.

Perbedaan waktu antara gelombang suara yang dipancarkan dengan yang ditangkapnya kembali yaitu berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek yang memantulkannya. Jenis objek yang dapat diindera antara lain objek padat, cair, butiran maupun tekstil. Beberapa perangkat atau produk telah menggunakan sensor jenis ini, salah satunya adalah Robot pada KRCI.

6. Sensor Magnet

sensor magnet

Merupakan alat yang dipengaruhi oleh medan magnet dan mampu memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Sensor jenis ini sering disebut sebagai relai buluh. Umumnya sensor jenis ini dikemas dalam bentuk yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap.

Penggunaan sensor ini dapat berupa seperti pengukuran medan magnet berbasis komputer yang terdiri dari sensor medan magnet UGN3503, Op-Amp LM358 dan ADC 0804. Prinsip kerjanya yaitu dengan mendekatkan magnet pada sensor.  Hasil output sensor berupa tegangan yang kemudian dikuatkan oleh Op-Amp agar bisa diproses oleh ADC.

Kemudian tegangan dikonversi oleh ADC menjadi data digital, dan diolah lagi oleh komputerdengan program visual basic yang selanjutnya hasilnya ditampilkan pada PC.

7. Sensor Penyandi

sensor penyandi

Sensor jenis ini berfungsi untuk mengubah gerakan linear atau putaran manjadi sinyal digital, yang mana sensor putaran memonitor gerakan putar dari suatu alat. Biasanya sensor ini tersusun dari 2 lapis jenis penyandi, yaitu :

  • Pertama adalah penyandi rotari tambahan (mentransmisi jumlah tertentu dari pulsa untuk masing-masing putaran) dan akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang diputar.
  • Kedua, yaitu Penyandi Absolut (Memperlengkap kode binary tertentu untuk masing-masing posisi sudut) dan memiliki kerja yang sama dengan perkecualian , lebih banyak atau lebih rapat pulsa gelombang kotak yang dihasilkan sehingga membentuk sebuah pengkodean dalam susunan tertentu.

8. Sensor Proximity

sensor proximity

Merupakan  sensor yang mampu mendeteksi adanya sebuah benda yang berada di dekatnya tanpa melakukan kontak fisik secara langsung. Sensor ini sering disebut juga sebagai sensor jarak dan biasanya tersusun dari alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, serta korosif yang berlebihan.

Sensor jenis ini dapat diterapkan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil atau lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar. Salah satu contoh penggunaan sensor ini adalah pada smartphone yang pada proses penerapannya menggunakan teknik Air-Gesture. Yang mana  penggunaannya dapat melakukan manajemen akses ke smartphone tanpa ada kontak fisik ke layar smartphone.

Dari penjelasan pengertian dan jenis-jenis sensor di atas dapat dikatakan bahwa sensor memiliki peran yang cukup penting dalam berbagai teknologi. Dari jenis jenis sensor tersebut, masing-masing memiliki spesifikasi dan fungsi yang tidak sama pada tiap penggunaannya ke berbagai peralatan elektronika.

  • Add Your Comment