elektro

Pengertian dan Fungsi Mikrokontroler

Sebagai masyarakat awam pasti belum mengenal sebuah alat yang dinamakan dengan mikrokontroler. Bisa dikatakan, Mikrokontroler ini  adalah sebuah chip yang memiliki peran...

Written by arga · 3 min read >
pengertian mikrokontroler

Sebagai masyarakat awam pasti belum mengenal sebuah alat yang dinamakan dengan mikrokontroler. Bisa dikatakan, Mikrokontroler ini  adalah sebuah chip yang memiliki peran penting dalam pemrograman di berbagai perangkat elektronika. Namun apa pengertian dan fungsi mikrokontroler secara lengkap ?

Pengertian Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah sebuah chip tunggal yang bekerja sebagai pengontrol rangkaian elekrtronik dan mampu menyimpan program. Kata Mikrokontroler adalah gabungan dari dua kata yakni “Mikro” dan “Controler”. Mikro berarti sangat kecil dan Controler berarti pengendali, sehingga bila digabungkan arti mikrokontroler adalah sebuah unit pengendali yang berukuran kecil.

Pada umumnya, sebuah mikrokontroler terdiri dari CPU (Central Processing Unit), Memori, I/O dan beberapa alat pendukung yang terintegrasi di dalamnya menjadi satu kesatuan kontrol sistem seperti halnya komputer mini yang mampu bekerja secara inovatif sesuai dengan kebutuhan sistem.

Jadi, secara sederhana pengertian mikrokontroler adalah sebuah chip berukuran kecil yang mengintegrasikan sejumlah komponen dan mampu bekerja sesuai dengan kebutuhan setelah diisi program.

Mikrokontroler memiliki bentuk yang kecil dan sederhana karena didesain hanya untuk menjalankan satu fungsi yang spesifik atau khusus dalam mengatur sebuah sistem. Untuk menjalankan fungsi dalam sebuah sistem tersebut, mikrocontroler diberikan sebuah program yang dibuat secara manual oleh manusia dengan susunan dan kepentingan tertentu.

Fungsi Mikrokontroler

fungsi mikrokontroler

Sebenarnya fungsi dari sebuah mikrokontroler ini sangat banyak dan beragam, namun beberapa fungsi utama mikrokontroler antara lain :

  • Sebagai timer atau pengatur waktu
  • Sebagai pembangkit osilasi
  • Sebagai flip-flop
  • Sebagai ADC (Analog Digital Converter)
  • Sebagai Counter
  • Sebagai Decoder dan Encoder

Komponen Utama Mikrokontroler

bagian mikrokontroler

Prinsip dasar dari 3 komponen utama dalam Mikrokontroler adalah :

  1. Memory

memori mikrokontroler

Bagian memory pada mikrokontroler tersusun dari ROM dan RAM :

  • ROM (Read-Only Memory), merupakan jenis memori yang berfungsi untuk menyimpan program secara permanen yang sedang dioperasikan. Ukuran program tersebut tergantung akan berapa besar ukuran memori. Memori Rom termasuk jenis memori non-volatile yang mana data yang tersimpan tidak akan hilang ketika catu daya dimatikan. Sehingga memori ini berperan sebagai penyimpan program utama dari suatu sistem.
  • RAM (Random Access Memory) merupakan jenis memori yang berfungsi untuk menyimpan data secara sementara. Data memori pada RAM akan terhapus dan hilang secara otomatis ketika catu daya dimatikan. Untuk itu, program utama dalam suatu sistem tidak pernah disimpan dalam memori RAM.
  1. Input dan Output (I/O)

io mikrokontroler

Bagian Input Ouput pada mikrokontroler berfungsi sebagai penghubung antara CPU dengan peralatan input seperti sensor atau tranduser dan juga sebagai penghubung dengan alat output seperti actuator. Unit I/O juga berperan sebagai saluran komunikasi antara sistem CPU dengan sistem luar.

  1. Central Processing Unit (CPU)

cpu mikrokontroler

CPU merupakan bagian vital atau otak dari suatu mikrokontroler. Fungsi CPU pada mikrokontroler adalah mengkoordinasikan seluruh operasi komputasi, melakukan operasi aritmatika dan logika, serta mengontrol sistem kerja tersebut secara keseluruhan.

Penggunaan Mikrokontroler dalam Kehidupan

Mikrokontroler  telah umum digunakan pada berbagai peralatan rumah tangga ataupun komersil. Selain itu, komponen ini juga banyak diaplikasikan pada mobil, kendaraan ataupun sebuah industri yang menjadikannya sebagai bagian sentral dari robotika industri. Karena komponen ini mengendalikan program tunggal dan menjalankan intruksi yang sederhana, maka tidak membutuhkan daya pemrosesan yang besar.

  • Dalam bidang hiasan atau dekorasi, diaplikasikan pada pembuatan running text atau running LED.

penggunaan mikrokontroler pada led

  • Dalam bidang industri, pengunaan mikrokontroler terdapat pada sensor suhu/temperature penghitung pada mesin konveyor, lengan robot, dan sebagainya.

conveyor

  • Dalam rumah tangga, mikrokontroler dapat digunakan untuk Jam digital atau juga timer dan masih banyak lagi.

penggunaan mikrokontroler pada rumah tangga

Ciri dan Karakteristik Mikrokontroler

Seperti halnya dengan komponen elektronik lainnya, mikrokontroler memiliki karakteristik yang perlu anda tahu untuk mengenalnya lebih dalam. Diantaranya adalah :

  1. Kemampuan CPU yang Tidak Terlalu Tinggi

Berbeda dengan CPU pada umumnya, cpu mikrokontroler sangat sederhana yang hanya dapat mengerjakan atau memproses beberapa perintah atau program. Meskipun saat ini seiring dengan perkembangan teknologi, mikrokontroler diproduksi dengan spesifikasi yang lebih canggih tapi nyatanya belum mampu menyamai kemampuan CPU umum dalam memproses data dari perangkat lunak.

  1. Memori Internal yang Kecil

Selain bentuk dan ukurannnya yang kecil, memori internal pada mikrokontroler juga memiliki jumlah yang terbilang kecil. Besar kapasitam memori internal mikrokontreolel hanya berisikan ukuran Bit, Byte atau Kilobyte.

  1. Terdapat Memori Non-Volatile

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pada mikrokontroler terdapat memori Non-Volatile, dimana sebuah perintah atau program yang telah dibuat dapat dihapus atau dibuat ulang. Tak hanya itu saja, semua data yang telah disimpan dalam memori Non-Volatile mikrokontroler tidak akan hilang ketika tidak mendapat supply dari catu daya.

  1. Perintah Sederhana

Dengan kemampuan CPU yang tidak terlalu tinggi tentunya kemampuan mikrokontroler dalam melakukan pemrosesan data juga tidak tinggi pula. Sebuah mikrokontroler hanya dapat memproses perintah atau program yang spesifik. Namun demikian, saat ini juga sudah banyak mikrokontroler yang telah mengalami perkembangan yang canggih.

  1. Program/Perintah Berhubungan Langsung dengan Port I/O

Port I/O merupakan salah satu komponen utama dimana memiliki peran penting sebagai jalan komunikasi. Pada dasarnya semua perintah atau program ini berhubungan langsung oleh port I/O karena perannya sebagai penghubung komunikasi antara piranti input dan piranti output.

Perbedaan Mikrokontroler dan Mikroprosesor (CPU)

perbedaan mikrokontroler dengan mikroprosesor

Mungkin beberapa masih yang merasa bingung akan perbedaan dari Mikrokontroler dan Mikroposesor. Pada dasarnya dari segi kata, terdapat arti yang berbeda dari kedua komponen ini. “Kontroler” pada mikrokontroler dan “Procesor” pada Mikroprocesor.

Sederhananya, dari kedua kata di atas dapat diartikan Mikrokontroler merupakan Pengendali Kecil sedangkan Mikroprosesor merupakan Pengolah Kecil. Tentunya disini sudah lebih jelas, dari “mengolah’ dan “mengendalikan”. Apa yang diolah atau dikendalikan ? tentu saja sebuah program atau perintah yang diberikan.

Berdasarkan Fungsi

Jika ditinjau dari fungsinya, mikrokontroler berfungsi untuk mengontrol atau mengendalikan sebuah sistem dalam perangkat berdasarkan data yang tersimpan pada Read Only Memory (ROM).

Sedangkan pada mikroprosesor atau yang sering disebut dengan CPU (Central Processing Unit), memiliki fungsi yang lebih banyak dan umum, yaitu seperti pengambilan dan kalkulasi data, melakukan perhitungan serta manipulasi data, dan menyimpan hasil pemrosesan atau perhitungan data dan program tersebut untuk kemudian diwujudkan dan ditampilkan dalam sebuah bentuk.

Berdasarkan Komponen Pembentuknya

Mikrokontroler disusun dari beberapa komponen seperti CPU atau Central Processing Unit (ALU, CU), Memori (RAM dan ROM),  Port I/O dan Counter time. Sedangkan pada mikroprosesor dibuat dari 3 komponen utama antara lain Arithmetic Logic Unit (ALU), Register Unit (RU) dan Control Unit (CU).

Keunggulan mikrokontroler dibanding dengan mikroprosesor adalah jumlah komponen dan biaya desain dari item yang dikendalikan dapat ditekan seminimum mungkin. Mikrokontroler umumnya didesain dengan menggunakan teknologi CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) yaitu sebuah teknologi pembuatan chip yang terintegrasi (IC) secara efisienn yang menggunakan daya kecil dan lebih kuat terhadap lonjakan listrik.

low pass filter adalah

Low Pass Filter (LPF) Adalah …

arga in elektro
  ·   3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *