Pengertian, Fungsi dan Jenis Jenis Amplifier

Pengertian Amplifier – Amplifier merupakan salah satu komponen elektronika yang berperan penting dalam alat eletronik yang memiliki loudspeaker.  Dengan keberadaan amplifier, maka rangkaian tersebut akan mampu meningkatkan volume suara, karakteristik, dan tentunya kualitas suaranya. Untuk mengetahuinya lebih dalam, berikut pengertian, fungsi hingga jenis-jenis amplifier.

Pengertian Amplifier

Amplifier adalah suatu komponen elektronika yang digunakan untuk menguatkan daya atau sinyal. Dalam bidang audio, amplifier sebagai rangkaian yang menguatkan atau meningkatkan sinyal suara pada bagian inputnya menjadi arus listrik yang lebih kuat di bagian outputnya.

Dengan kata lain, amplifier adalah suatu peralatan elektronika yang digunakan untuk meningkatkan sinyal audio yang awalnya kecil atau lemah menjadi lebih kuat. Dengan menggunakan komponen amplifier, maka suara input yang berdaya kecil akan dikuatkan menjadi daya yang lebih besar.

Misalnya adalah :

  • Sinyal audio dari Handphone akan dikeluarkan melalui loudspeaker
  • Sinyal audio dari DVD akan dikeluarkan melalui soundsystem atau perangkat audio lainnya.

Bagian – Bagian Amplifier

pengertian dan bagian amplifier

Dari pengertian amplifier di atas, maka untuk menghasilkan suara yang kuat sinyal audio yang bersumber dari  MP3 player, handphone atau DVD player  akan masuk melalui amplifier atau penguat. Pada amplifier tersebut terdiri dari beberapa bagian, diantaranya adalah :

1. Pre Amplifier / Penguat Awal

Bagian ini bertugas untuk memperkuat atau menyesuaikan level amplitudo sinyal input sebelum dimasukkan ke pengatur nada. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kesalahan yang diakibatkan pembebanan/loading saat proses pengaturan nada.  Preamplifier atau Preamp ini harus memiliki karakteristik penyangga/buffer dan berdesah rendah.

2. Tone Control / Pengatur Nada

Tone control atau pengatur nada berfungsi untuk menyesuaikan frekuensi-frekuensi tertentu sehingga diperoleh nada yang diinginkan. Tone control biasa dilengkapi dengan dua pengaturan dasar yaitu untuk nada rendah (Bass) dan nada tinggi (Treble).

Selain itu, ada juga jenis pengatur nada yang memiliki banyak pengaturan pada frekuensi tertentu yang disebut dengan Equalizer. Equalizer ini berperan penting dalam mengkoreksi suara yang dihasilkan oleh speaker agar sesuai degan keinginan.

3. Power Amplifier / Penguat Akhir

Power Amplifier merupakan bagian utama dari Amplifier. Penguat akhir ini berfungsi untuk memperkuat sinyal suara baik tegangan (Amplitudo) maupun arus untuk kemudian diteruskan ke driver speaker. Power Amplifier ini sangat dibutuhkan untuk menggerakkan membrane speaker agar bersuara karena impedansi pada driver speaker ini cukup kecil sehingga membutuhkan arus yang kuat.

Power Amplifier ini umumnya menggunakan konfigurasi penguat kelas B atau kelas AB. Syarat utama dari Preamp ini adalah impedansi output yang rendah (antara 4 – 16 Ohm) dan efisiensi yang tinggi.

Power amplifier yang biasa digunakan terbagi menjadi 4 jenis utama, antara lain :

  • Power Amplifier OT (Output Transformer)
  • Power Amplifier OTL (Output Transformer Less)
  • Power Amplifier OCL (Output Capasitor Less)
  • Power Amplifier BTL (Bridge Transformer Less)

4. Speaker

Speaker bertugas untuk mengubah sinyal listrik yang telah kuat menjadi sinyal suara. Semakin besar daya yang diterima maka ukuran speaker semakin besar pula.  Pada umumnya, speaker dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu Woofer (Bass), Squaker (Middle), dan Tweeter (High).

Fungsi Amplifier

fungsi fungsi amplifier

Pada dasarnya fungsi amplifier adalah menguatkan sinyal audio yaitu mengubah sinyal input beramplitudo rendah menjadi sinyal beramplitudo tinggi sehingga dapat didengarkan melalui perangkat audio.

Namun secara luas amplifier memliki fungsi yang beragam, diantaranya adalah :

  1. Menyesuaikan Suara Keluaran (Output)

Amplifier mampu menghasikan suara output yang sama dengan input, dimana sebelumnya telah disesuaikan amplitudo sinyal audionya oleh Pre-Amplifier dan Tone Control.

  1. Mengatur Karakteristik Suara

Amplifier juga mampu mengatur karakteristik suara output sesuai dengan keinginan yakni seperti pada pengaturan bass, treble, balance, middle dan volume. Ditambah lagi bila rangkaian amplifier tersebut dilengkapi dengan komponen AUX.

  1. Menghasilkan Suara Keras

Amplifier berfungsi menguatkan sinyal suara yang ditransmisikan ke speaker dengan sangat keras di level tertentu dengan keperluan pengguna sehingga dapat didengarkan melalui berbagai perangkat audio.

Jenis Jenis Amplifier

Amplifier terbagi menjadi dua jenis utama yaitu Amplifier Mono dan Amplifier Stereo.

1. Amplifier Mono

Jenis amplifier yang hanya mampu menguatkan sinyal audio sebanyak satu jalur saja. Amplifier jenis ini hanya dilengkapi denagn satu jalur input dan output untuk loudspeaker.

2. Amplifier Stereo

Amplifier yang mampu menguatkan dua jalur sinyal audio sekaligus yaitu sinyal audio L dan R. Amplifier ini sangat berbeda dengan amplifier mono, dimana memiliki dua jalur terpisan, yaitu dua jalur input dan dua jalur output.

Komponen Penyusun Amplifier

Beberapa komponen komponen utama yang menyusun rangkaian amplifier  agar dapat digunakan dalam perangkat elektronika adalah sebagai berikut :

  • Trafo (Transformator)
  • ELCO
  • Sanken
  • Tone Control

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pemaparannya :

  1. Trafo (Transformator)

Pada rangkaian amplifier, trafo bertugas sebagai sumber daya utama. Trafo akan menurunkan tegangan listrik dari PLN yang sebesar 220 V menjadi tegangan yang  besarnya sesuai dengan kebutuhan amplifier.

Untuk menghasilkan penguatan suara yang besar, maka amplifier harus dilengkapi dengan sumber daya yang besar juga. Saat ini, sebagian besar amplifier menggunakan catu daya simetris. Catu daya DC simetris tersebut biasanya terdiri dari tegangan positif, tegangan netral dan tegangan negative.

  1. ELCO (Electrolyte Capacitor)

Elco merupakan salah satu jenis kapasitor yang berfungsi untuk menyaring arus listrik yang sebelumnya bergelombang menjadi rata.  Elco juga merupakan komponen yang cukup mempengaruhi suara bass pada amplifier. Dimana semakin besar Elco semakin besar pula suara yang dihasilkan.

Singkatnya, komponel elco berperan penting dalam menyesuaikan sinyal suara masukan menjadi output yang berkualitas karena proses penyaringan arus listriknya.

  1. Sanken

Sanken adalah salah satu jenis transistor yang penggunaannya dikhususnya untuk power amplifier. Komponen ini juga memiliki peran dalam menghasilkan suara yang berkualitas.

Biasanya, setiap satu rangkaian amplifier dilengkapi  dengan minimal dua sanken, tapi bisa juga ditambah menjadi 4 sanken atau 6 sanken, yang penting genap.  Komponen ini bekerja lebih keras dibanding komponen lain, untuk itu dalam penggunaannya harus dipasangkan dengan plat pendingin dan fan untuk mengurangi panas dan mengalirkan udara keluar .

  1. Tone Control

Tone control merupakan komponen amplifier yang berguna untuk mengatur nada pada frekuensi-frekuensi tertentu. Dengan tone control maka dapat mengatur nada yang diinginkan dari pengaturan bass, midlle maupun treble.

Untuk memberikan efek bass dan treble yang lebih kuat lagi, dapat ditambahkan dengan rangkaian galaxy atau equalizer pada amplifier. Sehingga dapat menghasilkan suara yang berkualitas baik dan jernih.

Tips Memilih Amplifier yang Baik

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memilih dan membeli amplifier. Dimana masing-masing orang tentu memiliki alasan dan kebutuhan yang berbeda dalam penggunaan amplifier tersebut.

Berikut beberapa hal dasar yang harus diperhatikan sebelum membeli amplifier :

  • Sesuaikan dengan Kebutuhan

Tentukan kebutuhan anda terlebih dahulu sebelum melangkah ke toko. Apakah anda membutuhkan amplifier untuk daya besar (High /Middle) ataukah cukup amplifier yang normal ( Bass). Karena hal ini tentu sangat berhubungan dengan daya watt dan harga.

Atau mungkin bisa anda pertimbangkan untuk membeli amplifier yang multiguna, yakni bisa dipergunakan sebagai Tweater (High) atau Squaker (Middle).

  • Sesuaikan dengan Penggunaan

Tentukan untuk digunakan apa anda membeli amplifier. Terdapat dua jenis utama amplifier dari penggunaannya, yaitu untuk speaker atau audio kendaraan.  Masing-masing jenis amplifier tersebut memiliki tingkatan suara , karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda.

Amplifier yang digunakan untuk audio kendaraan atau mobil, umumnya memiliki daya keluaran yang lebih kecil dibanding speaker

  • Sesuaikan dengan Tempatnya

Perhatikan  dimana tempat pemasangan amplifier yang akan anda beli. Apakah untuk keperluan pribadi di rumah sendiri ataukah untuk keperluan besar seperti di gedung atau hotel. Amplifier yang dipasang di rumah biasanya memiliki kekuatan daya listrik sebesar 10 watt. Sedangkan amplifier untuk acara besar atau event menggunakan kekuatan dengan daya hingga 100 Watt.

  • Membaca review

Pastikan anda telah menentukan merek dengan bertanya ke teman atau baca-baca review.  Pertimbangkan juga masing-masing merek dari segi spesifikasi, stabilitas, keandalan system dan tentu after sales service.

Sebagian besar produk amplifier yang beredar di pasaran adalah produk buatan luar negeri.  Dengan harga yang jauh lebih mahal, produk luar negeri memiliki spesifikasi yang jelas dan dapat dipercaya, selain itu system protection yang dapat diandalkan serta memiliki ukuran yang lebih ramping.

Namun demikian, saat ini produk lokal telah banyak yang mengadopsi produk asing, dengan kualitas yang sama dan harga yang lebih murah.

Kelebihan menggunakan Amplifier Stereo System

Beberapa kelebihan yang anda dapatkan dari penggunaan amplifier adalah sebagai berikut :

  1. Mempunyai sifat menguatkan tegangan puncak amplitude dari sinyal input
  2. Mampu menghasilkan penguatan tegangan antara sinyal input dan output
  3. Memiliki impedansi input yang cukup tinggi sehingga sesuai untuk penguat sinyal kecil
  4. Adanya isolasi yang sangat tinggi dari outpu ke input hingga meminimalkan efek feedback
  5. Memiliki impedansi input tinggi sementara impedansi output yang rendah
  6. Memiliki sinyal outputnya sefasa dengan sinyal
  7. Memiliki penguatan arus yang tinggi
  8. Suara yang dihasilkan sangat bagus dan tergantung dari kualitas power yang digunakan

Kelemahan Amplifier

  1. Memilliki stabilitas penguatan yang rendah karena sangat bergantung pada kestabilan suhu dan bias transistor
  2. Terjadinya isolasi yang disebabkan adanya umpan balik positif
  3. Tidak ada penguatan arus
  4. Masukan tinggi dan ketahanan output yang rendah
  5. Transistor sering mengalami overheat atau terbakar
  6. Kerusakan komponen pada bagian catudaya dapat menyebabkan kualitas suara tidak bagus.

Demikianlah informasi lengkap mengenai pengertian, fungsi, bagian hingga jenis jenis Amplifier. Informasi di atas semoga menjadi referensi dan menambah wawasan anda semua.

  • Add Your Comment