elektro

Pengertian AC, Jenis, Fungsi dan Cara Kerja AC (LENGKAP)

Pengertian AC– Saat ini AC menjadi barang kebutuhan banyak orang dan bukan lagi tergolong barang mewah karena tidak sedikit orang menggunakannya. Cara...

Written by arga · 6 min read >
pengertian ac

Pengertian AC– Saat ini AC menjadi barang kebutuhan banyak orang dan bukan lagi tergolong barang mewah karena tidak sedikit orang menggunakannya. Cara kerja dan fungsi AC yang mampu menyejukkan suhu ruangan ini tentu sangat bermanfaat bagi wilayah yang beriklim tropis seperti Indonesia. Ada baiknya jika anda mengenal AC secara lengkap sebelum membelinya, mulai dari pengertian AC, fungsi, apa saja komponen hingga jenis-jenis AC.

Pengertian AC

AC atau air conditioner adalah sebuah alat atau mesin yang mampu mengatur kestabilan suhu ruangan serta kelembaban udara di dalamnya. Dengan penggunaan air conditioner ini maka suhu ruangan dapat diatur sesuai keinginan dan kebutuhan serta nyaman bagi tubuh.

Tak heran jika AC menjadi fasilitas wajib sebagai pendukung produktifitas di berbagai tempat seperti kamar hotel, berbagai ruangan di perusahaan, ruangan sekolah, Café, Mall maupun perkantoran.

Selama ini, AC dikenal sebagai alat penyejuk atau pendingin ruangan. Padahal alat ini sebenarnya juga bisa digunakan sebagai penghangat atau pemanas ruangan. Jadi AC bisa dimanfaatkan berdasarkan dua fungsi yang berbeda tergantung kebutuhan pemakainya.

Alat ini pertama kali ditemukan oleh Wilis Haviland Carrier pada tahun 1902 dengan AC modern berskala besar yang menggunakan energi listrik.

Fungsi AC

fungsi AC

Fungsi AC tidak hanya membuat udara ruangan menjadi sejuk, tetapi AC juga mampu mengatur kelembapan udara dan meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan sehingga tercipta kondisi udara yang berkualitas, sehat dan tentu nyaman bagi tubuh.

Jadi, AC atau air conditioner dapat mengkondisikan udara di ruangan pada tiga hal, yaitu : suhu, kelembapan dan kebersihan udara.

1.Mengatur Suhu Udara

Fungsi utama AC yaitu mengatur suhu atau temperature di dalam ruangan. Suhu ruangan dapat diatur sesuai keinginan melalui remote control pelengkap AC. Pada remote control tersebut besar suhu dapat dengan  mudah disesuaikan dari angka yang ditampilkan.

Pada umumnya, AC memiliki suhu terendah 16 derajat Celcius dan suhu tertinggi sebesar 30 derajat celcius.

2. Menjaga Kelembapan Udara

Meski AC dapat membuat suhu ruangan menjadi dingin, AC juga berfungsi sebagai mengatur kelembapan udara pada ruangan tersebut. Agar kelembapan udara selalu terjaga, maka AC harus diatur dengan suhu ideal, yaitu sekitar 24o – 26° Celcius.

Pengaturan suhu AC yang terlalu dingin akan menyebabkan kelembapan udara pada ruangan rendah. Hal ini akan mengakibatkan kekeringan pada kulit dan ketidaknyamanan pada tubuh seperti pegal atau pusing.

3. Membersihkan Udara

Air Conditioner juga mampu membersihkan udara pada ruangan. AC telah dilengkapi dengan komponen filter udara yang  berfungsi untuk menyaring berbagai debu dan kotoran yang ada di udara. Sehingga udara pada ruangan selalu terjaga lebih bersih dan sehat bagi penghuninya.

Agar fungsi ini terus bekerja, pastikan filter AC selalu dalam keadaan bersih. Filter AC perlu dibersihkan secara rutin dan benar agar udara kotor tetap bisa tersaring hingga menjadi bersih.

Komponen AC

komponen ac

Secara umum, mesin AC tersusun dari empat komponen yang masing-masing memiliki fungsi dan peran yang berbeda. Empat bagian dari komponen ac ini antara lain komponen utama, komponen pendukung, kelistrikan dan refrigeran (bahan pendingin).

1. Komponen Utama

Pada dasarnya komponen utama pada mesin AC memiliki fungsi sebagai pengatur suhu udara pada ruangan. Komponen utama AC terdiri dari Kondensator, Kompresor, Evaporator dan juga Pipa Kapiler.

  • Kondensator

Kondensator berfungsi sebagai komponen penukar kalor, menurunkan temperature refrigeran dan  mengubah wujud refrigeran dari gas menjadi cair. Pipa kondensator didesian berliku dan dilengkapi sirip agar proses pelepasan kalor bisa lebih cepat. Komponen juga ini diletakkan di luar ruangan (outdoor) agar bisa dengan bebas melepaskan panas refrigeran ke udara.

  • Kompresor

Kompresor berfungsi dalam menyalurkan dan mendistribusikan gas refrigeran ke seluruh sistem AC, yang mana prinsip kerja ini layaknya seperti jantung di tubuh manusia. Kompresor mempunyai dua pipa,yaitu pipa hisap dan pipa tekan serta dilengkapi dua wilayah tekanan yakni tekanan rendah dan tekanan tinggi.

  • Evaporator

Evaporator berguna untuk menyerap dan mengalirkan panas dari udara ruangan ke refrigeran. Akibatnya wujud refrigeran berubah dari cair menjadi gas setelah melalui pipa kapiler. Evaporator menyerap udara panas di dalam ruangan dan masuk melewati sirip-sirip pipa sehingga suhu udara tersebut turun atau dingin untuk kemudian keluar ke dalam ruangan.

  • Pipa Kapiler

Pipa  kapiler memiliki peran penting untuk menurunkan tekanan refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Di dalam sistem AC sendiri, fungsi pipa kapiler sangat penting karena menghubungkan dua bagian tekanan yang berbeda, yaitu tekanan tinggi dan tekanan rendah.

Penurunan tekanan refrigeran mengakibatkan penurunan suhu, dan pada bagian inilah yang menjadikan udara keluar dari AC bersuhu rendah. Pipa kapiler berada di antara Filter dan Evaporator.

2. Komponen Pendukung

Selain komponen utama, AC juga dilengkapi dengan beberapa komponen pendukung yang  memiliki fungsi untuk menunjang cara kerja AC. Diantaranya adalah :

  • Strainer

Strainer atau saringan berfungsi untuk menyaring berbagai kotoran yang terbawa oleh refrigeran di dalam sistem AC.

  • Accumulator

Accumulator berperan sebagai penampung sementara refrigeran cair yang bersuhu rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Tak hanya itu, accumulator juga bekerja dalam mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar dapat keluar-masuk dengan lancar melalui saluran isap kompresor.

  • Minyak Pelumas Kompresor

Minyak pelumas atau oli komprosor ini berfungsi untuk melumasi seluruh bagian kompresor pada sistem AC agar tidak cepat aus karena gesekan. Minyak pelumas juga mampu meredam panas di bagian-bagian kompresor.

  • Kipas (Fan dan Blower)

Pada sistem AC, Blower berada di bagian indoor yang berfungsi menghisap udara panas dari ruangan dan menghembuskan udara dingin kembali ke ruangan. Sedangkan Fan atau kipas terletak pada bagian outdoor, yang berfungsi mendinginkan refrigeran pada kondensator serta membantu dalam pembuangan panas ke udara luar.

3. Kelistrikan

Penggunaan AC bersumber dari tenaga listrik. Dalam sistem AC sendiri terdapat beberapa komponen kelistrikan yang bekerja untuk memperlancar kinerja AC.

Thermistor, adalah sebuah alat yang berfungsi mengatur suhu/temperature. Sehingga pada sistem AC, sebuah thermistor ini berfungsi dalam mengatur suhu ruangan secara otomatis berdasarkan perubahan temperature pada ruangan tersebut.

PCB Kontrol, adalah komponen utama kelistrikan yang mengatur kerja keseluruhan unit sistem AC. Bila dianalogikan, fungsi PCB kontrol sama seperti otak manusia.

Kapasitor, merupakan komponen listrik yang memiliki fungsi sebagai penyimpan muatan listrik sementara, sehingga ketika AC dinyalakan kembali maka AC telah memiliki energi untuk menghidupkan mesin.

Overload Motor Protector, merupakan alat yang bekerja dalam mengamankan motor listrik kompresor. Komponen ini akan memutuskan aliran listrik pada kompresor apabila adanya gangguan pada kompresor, mati, kekurangan ol atau kekurangan refrigeran.

Motor Listrik, berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik atau menggerakkan kipas dan blower pada AC

4. Refrigeran (Bahan Pendingin)

Refrigeran merupakan zat yang dialirkan dalam sistem AC dan berfungsi sebagai bahan pendingin. Pada prinsipnya, refrgeran akan berubah wujud kerika AC sedang bekerja secara terus menerus antara cair dan gas guna menghasilkan suhu udara yang rendah.

Cara Kerja AC

cara kerja AC

Pada dasarnya, cara kerja sistem AC yakni menghasilkan udara panas di luar dan dingin di dalam. Kunci utama dalam sistem AC yaitu refrigeran yang mengalir di dalamnya, dimana refrigeran yang mengalir akan menyerap panas dari dalam ruangan dan membuangnya ke luar ruangan.

Sebuah unit AC sendiri terdiri dari dua kumparan yang tersambung, kumparan evaparator yang letaknya di dalam ruangan dan kumparan kondensator yang berada di luar ruangan. Kumparan tersebut mengandung refrigeran yang selalu mengalir secara terus-menerus.

Saat AC dalam kondisi mati, maka udara di dalam ruangan akan terasa hangat. Udara yang hangat ini akan diserap oleh blower yang berada pada evaporator. Panas dari udara yang hangat ini akan ditransfer ke refrigerant dingin yang sedang mengalir di dalam tube oil kondensator sehingga udara hangat tersebut menjadi dingin kemudian dihembuskan kembali ke dalam ruangan.

Prinsip Kerja sistem AC secara detail adalah sebagai berikut :

  • Pertama saat AC dinyalakan, refrigeran dari evaporator yang bertekanan rendah mengalir ke kompresor sehingga menjadi gas bertekanan tinggi dan memiliki suhu yang panas.
  • Gas refrigeran yang bertekanan dan bertemperature tinggi ini mengalir menuju kondensator di dalam tube oil dan panas akan dilepaskan ke luar ruangan oleh kipas/fan. Selama proses pelepasan panas ini, gas refrigeran berubah menjadi cairan dan suhunya turun.
  • Refrigeran cair memasuki ke dalam katup ekspansi. Katup ekspansi ini berfungsi untuk membatasi aliran cairan dan mengurangi tekanan sehingga suhu refrigeran semakin turun dan lebih dingin daripada suhu ruangan.
  • Refrigeran dingin memasuki kumparan pendingin (Cooling coil) pada evaporator. Kemudian refrigeran akan menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin tersebut sehingga menjadi dingin. Dan kipas evaporator akan menghembuskan udara dingin ke dalam ruangan.
  • Proses kerja tersebut terjadi secara berluang dan terus menerus hingga terjadi pendinginan pada sebuah ruangan.

Jenis-jenis AC

Penggunaan AC sebaiknya tidak asal-asalan, anda harus menggunakan jenis AC yang sesuai dengan ruangan anda. Untuk itu sebelum membeli dan menggunakan AC, sebaiknya perhatikan luas ruangan yang akan anda pasang AC dan anda harus tahu terlebih dahulu jenis-jenis AC.

Berikut adalah macam-macam AC yang beredar di pasaran :

1. AC Split Wall

jenis ac split

AC split wall merupakan jenis AC yang paling sering digunakan di perumahan, kantor maupun berbagai instansi di Indonesia. Hal ini karena AC ini terbilang gampang dalam hal perawatan, harga yang terjangkau dan berukuran kecil.

Ac ini terdiri dari dua bagian utama yaitu Indoor dan Outdoor. Indoor merupakan bagian yang melepaskan udara dingin, sementara Outdoor adalah bagian di luar ruangan dimana tempat mesin berada yang mengeluarkan udara panas. Kapasitas AC splir wall beragam yaitu sekitar 0,5 PK – 2 PK.

2. AC Window

jenis jenis ac window

AC Window merupakan AC bentukan pertama yang memiliki bentuk kotak dan dalam pengoperasiannya tanpa menggunakan remote. Hal ini karena tombol pengatur telah tergabung dan terintegrasi dengan sistem AC.

AC jenis ini hanya terdiri dari satu bagian unit, yaitu unit itu sendiri dan dalam pemasangannya harus melubangi tembok ruangan yang akan dipasang. Sayangnya, AC Window saat ini sudah tidak diproduksi lagi karena sudah ketinggalan jaman dan kurang praktis. Umumnya AC ini memiliki kapasitas antara 0,5 PK – 2,5 PK.

3. AC Central

macam macam ac central

AC Central merupakan jenis AC yang sering digunakan di ruangan atau bangunan yang besar seperti Mall, Hotel dan Gedung bertingkat.

AC ini memiliki kapasitas kompresor yang besar, udara dari ruangan didinginkan pada cooling plant yang berada di luar ruangan / bangunan, kemudian udara yang telah menjadi dingin dialirkan kembali ke dalam ruangan tersebut. AC Central memiliki kapasitas antara 10 PK hingga 20 PK.

4. AC Standing Floor

ac standing floor

AC standing floor adalah AC yang unit Indoornya tidak diletakkan di atas dinding, tapi berdiri di atas lantai dan dapat dipindah-pindah sesuai keinginan. AC jenis ini sering digunakan dalam berbagai acara atau even besar seperti perkawinan, seminar, pameran dsb.

AC ini juga dioperasikan melalui remote control. Kapasitas AC standing floor yaitu antara 2 PK hingga 5 PK.

5. AC Cassete

ac cassete

AC Cassete merupakan jenis AC yang unit indoornya dipasang menempel di atas langit-langit plafon. Pada dasarnya pemasangan AC jenis ini membutuhkan keahlian khusus dan tenaga extra, karena jauh berbeda dengan memasang AC rumahan biasa.

AC Cassete tersedia dalam berbagai ukuran yaitu dari 1 PK hingga 6 PK. AC jenis ini juga banyak digunakan dalam ruangan yang luas dan tinggi, seperti perkantoran, ruko atau meeting room.

6. AC Split Duct

AC split duct merupakan jenis AC yang dalam penyaluran udara dingin ke semua ruangan menggunakan sistem ducting. Artinya bahwa AC ini tidak memiliki pengatur suhu sendiri-sendiri, melainkan diatur secara terpusat pada satu titik.

AC jenis ini sering digunakan di Mall atau Gedung yang memiliki ruangan luas. Salah satu keunggulan dari AC ini yaitu tidak menimbulkan suara berisik dan menjaga estetika ruangan karena tidak ada unit indoor.

7. AC Portabel

Terakhir adalah AC jenis portabel yang berukuran kecil sehingga lebih praktis dan dapat dibawa kemana saja. Selain itu, AC ini juga sangat ekonomis dan banyak digunakan pada pekerja atau mahasiswa yang menyewa kos.

Pada AC portabel, bagian kompresor dan evaporator juga menyatu sehingga udara panas dari kompresor dikeluarkan melalui pipa.

Demikianlah uraian lengkap dari Air Conditioner. Setelah memahami apa pengertian dari AC, fungsi, cara kerja hingga jenis-jenis AC maka anda dapat memutuskan AC yang tepat dan sesuai dengan ruangan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *