MCCB adalah : Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja

Selain MCB, di dunia kelistrikan terdapat banyak sekali peralatan listrik yang digunakan sebagai pengaman pada sebuah jaringan listrik. MCCB adalah salah satunya, yang dijuga digunakan sebagai pengaman untuk keselamatan dari bahaya listrik maupun bahaya short circuit. Pasti banyak dari kalian yang masih belum mengenal tentang MCCB. Untuk itu berikut adalah pengertian, fungsi hingga cara setting MCCB.

Pengertian MCCB

MCCB atau Moulded Case Circuit Breaker adalah sebuah perangkat yang bekerja dengan memutuskan arus listik pada beberapa peralatan listrik seperti lampu, motor, dan sebagainya jika terjadi hubung singkat (short circuit) atau beban lebih (overload) .

Perangkat MCCB dilengkapi dengan fitur temperature sensor dan arus sensor sehingga perangkat ini mampu bekerja secara otomatis berdasarkan kondisi arus dan temperature.

Pada umumnya MCCB memiliki fungsi lebih besar dari MCB karena spesifikasinya yang lebih besar dan menggunakan 3 phase. Oleh karena itu perangkat ini hanya digunakan sebagai proteksi untuk motor listrik pada dunis industri.

MCCB dilengkapi dengan bebarapa pilihan Pole. Pole (kutub) adalah kutub yang terdapat pada kumparan suatu motor listrik. Pole pada Moulded Case Circuit Breaker adalah :

  • 1 Pole
  • 2 Pole
  • 3 Pole
  • 4 Pole

Fungsi MCCB

Fungsi utama MCCB adalah sebagai alat proteksi pada sebuah peralatan listrik terhadap short circuit (korslet) atau kelebihan arus listrik (overload) sehingga terhindar dari kerusakan dan terbakar.

Perbedaan MCCB dan MCB

perbedaan mcb dan mccb

Pada dasarnya fungsi dan cara kerja dari MCCB dan MCB adalah sama, namun 2 perangkat ini digunakan dalam instalasi listrik yang berbeda. MCCB adalah perangkat yang digunakan pada instalasi listrik skala industri sementara MCB digunakan di rumah-rumah warga dengan kebutuhan arus yang tidak begitu besar.

PembandingMCBMCCB
Rating ArusSampai dengan 63 AmpereSampai dengan 1000 Ampere
UkuranKecilLebih Besar
Trip LevelTetapDapat diatur sesuai dengan keinginan
Interrupting CapacitySekitar 10 kASekitar 10kA - 100 kA
Under Trip VoltageTidakYa
Shunt TripTidakYa
PenggunaanPerumahan, IndustriIndustri dan Komersil

Perbedaan antara 2 alat Circuit Breaker ini antara lain :

  • Rating arus, MCCB memiliki kemampuan hantar arus maksimal yang jauh lebih besar yaitu sampai dengan 1000 Ampere, sementara pada MCB hanya sampai dengan 63 atau 100 Ampere.
  • Trip level merupakan batas arus maksimal yang mengalir pada CB (Circuit Breaker). Ketika jumlah arus yang mengalir melebihi nilai yang ditetapkan, maka CB akan secara otomatis memutus arus itu untuk menghindari terjadinya kebakaran. Pada MCCB, dilengkapi dengan selektor untuk mengatur trip level sesuai dengan kebutuhan pengguna, sementara MCB tidak ada.
  • Interrupting Capacity merupakan batas dari arus yang mengalir pada Circuit Breaker sebelum Circuit Breaker tersebut rusak. Apabila arus yang melewati lebih dari batas nilai interrupting capacuty, maka CB tidak akan berfungsi. MCCB dapat diaplikasikan untuk berbagai jenis tegangan listrik, dari LV (Low Voltage) hingga MV (Medium Voltage).
  • MCCB juga dapat digunakan dalam kondisi under voltage trip (ketika tegangan lebih rendah dari batas yang ditentukan) dan shunt trip (dapat memutuskan arus dari sumber eksternal) bukan hanya karena melebihi batas arus yang diperbolehkan.
  • Umumnya penggunaan MCCB untuk kebutuhan sistem instalasi listrik industri yang mana memiliki daya cukup besar dan biasanya digunakan untuk listrik 3 fasa, dan membutuhkan kapasitas pemutus (Breaking Capacty) yang lebih besar.

Sedangkan perbedaan MCCB dengan jenis Circuit Breaker yang lain seperti ACB ( Air Circuit Breaker) antara lain :

  • ACB memiliki kemampuan hantar arus maksimal yang jauh lebih besar yaitu mencapai 6000 A. Yang mana nilai ini lebih besar dibandingkan dari MCCB dan MCB.
  • ACB hanya dilengkap dengan 2 pilihan jumlah pole (kutub), yaitu ACB 3 Pole dan ACB 4 Pole.
  • Penggunaan ACB hanya untuk kebutuhan jaringan listrik industri yang mana memilki daya cukup besar dan doginakan untuk listrik 3 phasa.

Cara Membaca Spesifikasi MCCB

cara membaca mccb

  1. Type Device atau tipe produk mccbnya
  2. Ui, rate insulated Voltage, misalnya 800 V AC 50/60 Hz artinya bahwa tingkat isolasi volt berada di 800 V AC 50/60 Hz.
  3. Uimp, rate impulse withstand voltage. Misalnya 8 kV artinya bahwa MCCB mampu menahan tegangan sampai 8 kV.
  4. Ics , service breaking capacity merupakan nilai ampere dari MCCBnya.
  5. Icu, ultimate breaking capacity merupakan kemampuan ampere yang dapat diterima saat terjadi hubung singkat (kA).
  6. Ue, operational operation merupakan voltage yang dianjurkan.
  7. Warna label
  8. Symbol MCCB
  9. Standart referensi

Macam macam kA pada MCCB

  • 36 kA
  • 59 kA
  • 85 kA
  • 100 kA

Cara Kerja MCCB

cara kerja mccb

Secara umum, prinsip kerja dari MCCB terdapat 3 mekanisme untuk memutuskan arus listrik, antara lain :

1. Mekanisme Thermal (Temperature)

Pada MCCB terdapat bidang kontak bimetal yang bekerja dengan melakukan ekspansi dan kontraksi sebagai tindakan reaksi adanya perubahan temperature. Pada kondisi normal, kontak bimetal memungkinkan arus listrik melewati MCCB. Namun, saat terjadi arus yang melebihi set point yang ditentukan, maka kontak bimetal akan mulai memanas dan ekspansi hingga menekan tuas operating MCCB yang menjadikan putusnya arus listrik (trip).

2. Mekanisme Magnetik

Pada mekanisme magnetik, adanya kelebihan arus (overcurrent) yang cukup tinggi akan menyebabkan arus listrik tersebut menginduksikan medan magnet coil selenoiid yang mampu menarik tuas operating MCCB sehingga arus listrik terputus.

3. Manual

MCCB juga dilengkai dengan saklar pemutusan arus listrik secara manual, yang biasanya digunakan untuk memutuskan arus listrik ketika melakukan suatu pengerjaan maintenance.

Komponen Utama MCCB

komponen mccb

Beberapa komponen utama pada Moulded Case Circuit Breaker adalah :

  1. Frame

Frame merupakan kerangka atau bingkai atau juga bisa disebut dengan casing yang memiliki fungsi sebagai penutup dan pelindung komponen di dalamnya dari benda-benda asing yang berbahaya seperti air, debu atau kotoran yang dapat menyebabkan korosi dan korslet.

  1. Load Contact

Load contact merupakan bagian terakhir dari MCCB pada proses tersambung atau terputusanya arus listrik. Load Contact disini berfungsi untuk meredam percikan api yang disebabkan dari arus tersambung atau terputus. Load contact dibuat dari bahan material perak.

  1. Arc Chutes

Arc Chute merupakan komponen yang berfungsi untuk menyerap energi sisa atau arus listrik yang diperoleh dari pemutusan arus listrik, sehingga mampu membatasi tegangan atau stress yang muncul. Selain itu, arc chute juga berperan untuk meredam atau memadamkan arc (percikan busur api) yang muncul ketika terjadi korslet (Shirt circuit).

  1. Over Current Protective Device (OCPD)

OCPD adalah komponen yang berfungsi sebagai alat proteksi ketika terjadi short circuit (korslet)

  1. Terminal Connections

Terminals connection merupakan komponen yang berfungsi menghubungkan MCCB dengan kabel atau kawat penghantar dari input atau sumber listrik. Kawat atau kabel pada terminal connection ini sangat mudah mengalami longgar dengan sendirinya karena seiring dengan lamanya waktu penggunaan dan siklus panas yang terjadi.

Beberapa Merk dari MCCB Terbaik

Berikut adalah beberapa merk yang banyak digunakan di industri :

  • Schneider Electric(Prancis)
  • ABB (Swiss)
  • Siemens (Jerman)
  • OMRON (Jepang)
  • Mitsubishi Electric (Jepang)
  • Chint (China)
  • Terasaki (Europe)

Penggunaan MCCB

fungsi mccb

Pada dasarnya MCCB digunakan untuk melindungi jumlah arus yang tinggi dan pada aplikasi operasi yang berat, seperti :

  • Main Electric Feeder
  • Capacitor Bank
  • Generator
  • Welding Application
  • Motor Listrik

Selain aplikasi di atas, beberapa MCCB juga diaplikasikan pada arus rendah dengan kebutuhan set point trip yang adjustable.

  • Add Your Comment