Mesin

Kondensor Adalah : Pengertian Hingga Cara Kerja Kondensor

Kondensor adalah salah komponen yang banyak digunakan di dalam dunia industri pada berbagai mesin yang mereka gunakan. Baik dalam industri energi hingga...

Written by arga · 4 min read >
pengertian kondenser adalah

Kondensor adalah salah komponen yang banyak digunakan di dalam dunia industri pada berbagai mesin yang mereka gunakan. Baik dalam industri energi hingga kimia, seperti pada pengolahan migas, pembangkit listrik, industri petrokimia dan sebagainya. Untuk mengenal lebih dalam mengenai komponen ini, berikut uraiannya lengkap hingga fungsi dan cara kerja kondendor

Kondensor Adalah

Kondensor adalah suatu komponen yang terdiri dari jaringan pipa dan berfungsi untuk mengubah uap menjadi zat cair (air). Selain itu, kondensor merupakan salah satu jenis mesin penukar kalor (heat exchanger) yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida kerja.

Kondensor adalah suatu alat yang digunakan untuk mengubah uap dari turbin uap hingga menjadi air dengan bantuan air pendingin utama. Uap bekas dari turbin uap yang panas dimasukkan ke dalam kondensor yang memperoleh pendingingan dari air pendingin utama. Sehingga terjadilah perpindahan panas, untuk itu alat ini disebut penukar kalor.

Uap yang panas bersinggungan dengan pendinginan akan terkondensasi, dan air hasil dari proses kondensasi disebut air kondensat.

Pada penggunaannya, kondensor berada di luar ruangan yang akan didinginkan agar panas (kalor) yang keluar saat pengoperasiannya dapat dibuang keluar sehingga tidak mengganggu proses pendinginan.

Fungsi Kondensor

fungsi kondensor
academia.edu

Pada dasarnya, fungsi utama kondensor adalah untuk membuang kalor ke lingkungan luar dan mengkondensasikan uap dari turbin menjadi air kondensat.

Kondensor akan mengubah fasa zat gas menjadi menjadi zar cair dari temperature tinggi keluar melalui dinding-dinding kondensor dan melewati kondensasi, sehingga uap akan menjadi dingin dan fasanya berubah menjadi fasa cair pada temperatur rendah.

Bagian dan Konstruksi Kondensor

Secara umum, kondensor terdiri dari bagian-bagian utama yakni shell water box, tube plat, tube support, hotwell dan sebagainya.

  1. Selongsong (Shell)
  2. Ruang Air (Water Box) – Ruang-ruang air pada sisi masuk dan keluar terbuat dari baja karbon dan masing-masing memiliki lubang.
  3. Pipa dan Pemegang Pipa (tube Plats dan tubes) – Pipa terbuat dari aluminium brass dan pemegang pipa terbuat dari naval brass.
  4. Ruang Kondensat (Hotwheel)

Pada konstruksi kondensor, aliran air pendingin terbagi menjadi dua macam, yaitu satu lintasan (single pass) atau dua lintasan (double pass).  Untuk mengeluarkan udara yang terdapat pada water box (ruang air pendingin), maka dipasang venting pump atau priming pump. Udara dan non condensable gas pada sisi uap dikeluarkan dari kondensor dengan ejector atau pompa vakum.

Cara Kerja Kondensor

Prinsip kerja sebuah kondensor berbeda-beda tergantung dari type kondensor itu sendiri. Berikut ini adalah klasifikasi kondensor secara umum beserja dengan prinsip kerjanya.

1. Surface Kondensor

surface kondenser adalah

Prinsip kerja surface condenser yaitu uap mengalir menuju ke dalam ruangan yang berisi susunan pipa yang menjadi uap tersebut memenuhi permukaan luar pipa. Sementara air yang berfungsi sebagai pendingin akan mengalir menuju ke dalam pipa (tube side).

Maka akan terjadi kontak antara keduanya, dimana uap yang bertemperature tinggi (panas) akan bersinggungan dengan tube kondensor bertemperature rendah yang berfungsi sebagai penyerap kalor dari uap tersebut. Sehingga temperatur uap (steam) akan turun dan terkondensasi.

Surface condenser sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan cara masuknya uap dan air pendingin, antara lain :

horizontal dan vertikal condenser
coprinox.com
  • Horizontal Condenser

Pada Horizontal Kondensor, air pendingin masuk melewati bagian bawah kemudian mengalir ke dalam pipa-pipa pendingin (tube) dan keluar dari bagian atas. Sementara uap akan masuk pada bagian tengah kondensor dan akan keluar sebagai kondensat pada bagian bawah kondensor

  • Vertikal Condenser

Pada vertikal kondensor, air pendingin memasuki kondensor melewati bagian bawah, kemudian mengalir ke dalam pipa-pipa pendingin (tube) dan keluar pada bagian atas. Sementara uap akan masuk pada bagian atas dan air kondesat akan keluar pada bagian bawah kondensor.

2. Direct Contact Kondensor

direct contact condenser
kourting.de

Prinsip kerja dari kondensor ini yaitu dengan mengkondensasikan uap dengan cara mencampur langsung dengan air pendingin. Direct Contact Kondensor banyak digunakan pada industri khusus seperti geothermal powerplant.

Direct Contact Kondensor juga terbagi menjadi dua macam, antara lain :

  • Spray Kondensor

Pada spray kondensor, proses pencampuran keduanya dilakukan dengan cara menyemprotkan air pendingin ke uap (steam). Sehingga steam akan menempel pada butiran-butiran air pendingin tersebut dan akan mengalami kontak temperature. Maka kemudian uap akan terkondensasi dan tercampur dengan air pendingin yang mendekati fase saturated (basah).

Kemudian kondesat dipompakan kembali ke cooling tower, dan sebagian kondesat dikembalikan ke boiler sebagai feedwater. Sisanya didinginkan di dalam cooling tower, dan air yang didinginkan ini disemprotkan ke uap (steam) dan proses berulang.

  • Barometric dan Jet Kondensor

Kondensor jenis ini merupakan kondensor jenis awal.  Sebenarnya prinsip kerja dari kondensor ini tidak jauh berbeda dengan jenis spray kondensor, hanya saja tidak membutuhkan pompa.

Pendinginan dan Jenis Kondensor

Media / Zat pendingin dalam kondensor memiliki peran penting dalam proses kondensasi uap menjadi kondesat water. Media pendingin atau zat yang digunakan untuk mendinginkan kondensor disebut Condensing Medium.

Jenis – Jenis Kondensor berdasarkan media atau zat pendingin dapat dibedakan menjadi tiga macam, antara lain :

  1. Water Cooled Condenser ( Kondensor Berpendingin Air)
  2. Air Cooled Condenser (Kondensor Berpendingin Udara)
  3. Evaporative Condensor (Kondensor Evaporator)

Jenis Kondensor menurut arah alirannya terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

  1. Single Flow ( aliran tunggal / satu arah)
  2. Double Floe (aliran ganda / dua arah)

Jenis  Kondensor menurut desain dan kontruksinya antara lain :

  1. Berbelit – Belit

Jenis kondensor yang tersusun dari satu tabung panjang yang digulung berakhir dan kembali pada dirinya sendiri dengan dilengkapi sirip pendingin di antara tabung.

  1. Arus Paralel

Kondensor dengan desain yang menyerupai dengan radiator aliran silang.

Penyebab Penurunan Kinerja Kondensor

Kondensor sangat mudah sekali terhadap gangguan- gangguan yang mampu menghambat kinerjanya. Beberapa masalah yang sering terjadi pada kondensor adalah :

  1. Non Condensable Gases ( Gas tidak dapat terkondensasi)

Gas ini dapat mengakibatkan kenaikan tekanan (pressure) terhadap kondensor dan menyelimuti permukaan pipa (tube) yang mampu menghambat transfer panas antara uap dengan cooling water, sehigga gas ini harus dikeluarkan atau dibuang dari dalam kondensor.

Untuk mengeluarkan gas tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan bantuan venting pump dan priming pump yang merupakan pompa vakum.

  1. Terjadi Fouling Terhadap Kondensor

Fouling atau endapan dapat dengan mudah terjadi pada kondensor, endapan yang mengotori tube-tube kondensor ini berasal dari sumber pengambilan bahan baku air pendingin. Karena bahan baku air pendingin ini berasal dari air laut dan kemungkinan besar air tersebut mengandung endapan-endapan kotoran yang ikut masuk dan mengendap pada tube-tube kondensor.

Hal tersebut akan mengakibatkan penurunan laju perpindahan panas pada kondensor, sehingga kualitas air pendingin sangat dibutuhkan agar mengurangi penyebab fouling pada kondensor. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan kotoran-kotoran tersebut antara lain :

  • Backwash kondensor, – Dengan membalikkan arah aliran air pendingin dengan tujuan membuang kotoran yang masuk ke dalam waterbox inlet yang menghalangi proses perpindahan panas pada kondensor. Proses pembersihan ini dilakukan dengan cara membalikkan arah aliran inlet dan outlet.
  • Ball Cleaning , – Dengan cara memanfaatkan bahan berbentuk bulat menyerupai bola sebagai media untuk membersihkan tube kondensor. Prinsip kerja dari cara ini yaitu bola dimasukkan pada inlet mengikuti aliran kondensor dan keluar pada waterbox outlet.

Laju perpindahan panas ditentukan beberapa hal seperti aliran air pendingin, kebersihan pipa-pipa dan perbedaan temperatur antara uap dan air pendingin. Proses perubahan uap menjadi air terjadi pada tekanan dan temperatur jenuh. Dalam proses ini kondensor berada pada kondisi vakum.

Karena temperatur air pendingin sama dengan temperatur udara luar, maka temperatur air kondensarnya maksimal mendekati temperatur udara luar. Bila laju perpindahan panas terganggu, maka akan berpengaruh terhadap tekanan dan temperatur.

Nah, demikianlah uraian mengenai pengertian hingga cara kerja kondensor. Semoga artikel di atas dapat menjadi referensi anda dan bermanfaat.

pengertian turbin

Macam Macam Turbin Beserta Penjelasannya

arga in Mesin
  ·   3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *