elektro

Fungsi dan Jenis IC Regulator

Bagi anda yang berkecimpung dalam dunia elektronika pasti sudah tidak asing lagi dengan komponen IC Voltage regulator. Umumnya voltage regulator ini terdapat...

Written by arga · 3 min read >
ic voltage regulator

Bagi anda yang berkecimpung dalam dunia elektronika pasti sudah tidak asing lagi dengan komponen IC Voltage regulator. Umumnya voltage regulator ini terdapat pada berbagai adaptor atau power supply. Fungsi dasar dari sebuah IC voltage regulator pada catu daya adalah menstabilkan tegangan output jika terjadi adanya perbubahan tegangan pada input. Untuk mengetahuinya lebih lengkap berikut ulasannya hingga jenis jenis IC Voltage Regulator.

Pengertian IC Voltage Regulator

IC regulator atau IC Voltage Regulator adalah sebuah komponen elektronika yang digunakan untuk mengatur tegangan pada rangkaian elektronika. Dinamakan sebagai IC atau Integrated Circuit karena voltage regulator ini tersusun dari puluhan hingga ratusan transistor, kapasitor, dioda dan resistor yang mana saling berintegrasi sehingga membentuk komponen IC regulator.

Voltage regulator ini banyak terdapat pada berbagai jenis adaptor yang berguna untuk memberikan tegangan DC untuk laptop, handphone, notebook, dan sebagainya. Selain itu, pada beberapa perangkat elektronika yang power supply atau catu dayanya terintegrasi dengan rangkaiannya seperti Televisi, DVD player, PC Dekstop.

Fungsi IC Regulator

Fungsi dari voltage regulator adalah untuk mempertahankan atau mengatur tegangan pada level tertentu (sesuai dengan nilai pada IC regulator)  secara otomatis. Hal ini dapat diartikan bahwa tegangan output DC pada voltage regulator akan stabil dan tidak dipengaruhi leh perubaha tegangan input, beban pada output dan juga suhu.

Misalnya adalah :

  • IC regulator 7805 akan mengeluarkan output sebesar 5V
  • IC regulator 7812 akan mengeluarkan output sebesar 12V
  • IC regulator 7902 akan mengeluarkan output sebesar -5V

Tegangan output yang stabil dan bebas dari segala gangguan sepert noise atau fluktuasi sangatlah penting dan dibutuhkan untuk menjalankan berbagai perangkat elektronika terutama yang bersifat digital seperti Mikro Controller ataupun Mikro Prosessor.

Sehingga rangkaian voltage regulator atau pengatur tegangan ini dapat dikatakan sebagai suatu keharusan agar rangkaian elektronika memperoleh tegangan yang lebih stabil dan bebas dari fluktuasi.

Jenis – Jenis IC Voltage Regulator

Voltage regulator dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Ditinjau dari bentuk atau jumlah terminalnya terdapat 2 jenis IC regulator yaitu IC regulator 3 terminal dan 5 terminal. Sementara dilihat berdasarkan dari fungsi khususnya IC regulator dapat dibagi menjadi 3 jenis, antara lain :

1. Fixed Voltage Regulator

fixed voltage regulator

Fixed Voltage Regulator atau pengatur tegangan tetap merupakan jenis IC regulator yang memiliki tegangan output bernilai tetap dan tidak dapat diubah ubah atau disetel yang sesuai dengan kebutuhan rangkaiannya.

Nilai tegangannya telah ditetapkan oleh produsen IC tersebut sehingga tegangan DC yang diatur juga tetap sesuai dengan spesifikasi IC-nya. Misalnya pada IC regulator 7805, maka tegangan outputnya juga hanya , maka tegangan outputnya juga hanya 5 Volt DC.

Fixed Voltage regulator ini dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu Positive Voltage Regulator dan Negative Voltage Regulator.

Jenis IC pada Positive Voltage Regulator yang banyak dijumpai di pasaran yakni tipe 78xx. Tanda xx yang berada di belakang angka merupakan kode angka yang menunjukkan nilai tegangan output DC pada voltage regulator tersebut.  Misalnya adalah 7805, 7809, 7812 dan sebagainya.

Sedangkan untuk contoh IC pada Negative Voltage Regulator adalah 7905, 7912, atau IC voltage regulator lainnya yang berawalan kode 79xx. Pada dasarnya negative voltage regulator memliki desain, kontruksi dan cara kerja yang sama dengan jenis positive voltage regulator, perbedaanya yaitu pada polaritas tegangan output.

IC Fixed Voltage Regulator termasuk dalam kategori IC Linier Voltage Regulator.

Contoh Rangkaian IC Voltage Regulator 78xx dan 79xx

Dalam pemasangan sebuah komponen IC regulator harus memperhatikan ketiga pin dengan benar bagian INPUT, OUTPUT dan GROUND. Apabila dalam pemasangan ketiga pin tersebut tidak benar atau terbalik, maka dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen IC. Untuk itu pastikan terlebih dahulu ketiga pin tersebut sebelum pemasangan, mana bagian INPUT, OUTPUT dan GROUND

Pemasangan IC Regulator 78xx

pemasangan ic regulator positif

Pemasangan IC Regulator 79xx

pemasangan ic regulator negatif

2. Adjustable Voltage Regulator

Adjustable Voltage Regulator

Adjustable Voltage Regulator merupakan jenis IC pengatur tegangan DC yang memiliki range nilai tegangan output tertentu. Sehingga tegangan output pada IC regulator jenis ini dapat diubah-ubah dan diatur yang sesuai dengan kebutuhan rangkaiannya.

Sama halnya dengan Fixed Voltage Regulator, Adjustable Voltage Regulator juga terbagi menjadi 2 tipe yaitu Adjustable Voltage Regulator Positif dan Adjustable Voltage Regulator Negatif.

Contoh IC dari tipe Adjustable Voltage Regulator Positiff yaitu LM317 yang memiliki range nilai tegangan dari 1.2 Volt hingga 37 Volt DC. Sementara pada IC dari tipe Adjustable Voltage Regulator Negatif yaitu LM337, yang mana juga memiliki range nila tegangan yang sama seperti LM317.

IC jenis Adjustable Voltage Regulator juga termasuk dalam kategori IC Linier Voltage Regulator.

Pemasangan IC LM317

Adjustable Voltage Regulator positif

Pemasangan IC LM337

Adjustable Voltage Regulator negatif

Pada dasarnya kedua jenis IC regulator di atas memiliki design, kontruksi, fungsi dan cara kerja yang sama. Bedanya yaitu pada polaritas output yang dihasilkan. IC LM317 menghasilkan tegangan output positif sementara IC LM 337 menghasilkan tegangan output negatif.

3. Switching Voltage Regulator

Switching Regulator Voltage

Switching Voltage Regulator merupakan jenis IC yang mana memiliki desain, konstruksi dan cara kerja yang tidak sama dengan IC Linier Regulator ( Fixed dan Adjustable Voltage Regulator). Namun secara umum, fungsinya tetap sama yaitu menahan tegangan outputnya.

Cara kerja dari switching voltage regulator yaitu seperti namanya “switch”, yang mana untuk mempertahankan tegangan outputnya, IC jenis ini akan mensaklar secara terus-menerus untuk menyesuaikan tegangan input yang masuk pada voltage regulator ini agar sesuai dengan tegangan output yang dihasilkan.

Bila dibandingkan dengan kedua jenis IC di atas, Switching Voltage Regulator memiliki efisiensi penggunaan energi yang lebih baik. Hal ini karena kemampuannya yang mampu mengalihkan penyediaan energi listrik ke medan magnet yang memang difungsikan sebagai penyimpan energi listrik. Selain itu, IC jenis ini tidak menghasilkan overheat atau panas yang berlebih.

Biasanya rangkaian voltage regulator atau pengatur tegangan yang menggunakan IC jenis ini harus ditambahkan komponen induktor yang berfungsi sebagai elemen penyimpan energi listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *