Listrik

Fungsi dan Cara Memasang Grounding Listrik

Dalam sebuah instalasi listrik rumah, grounding listrik wajib dipasang untuk keselamatan bagi penghuni rumah. Namun, masih banyak yang kurang memahami akan pentingnya...

Written by arga · 3 min read >
grounding listrik

Dalam sebuah instalasi listrik rumah, grounding listrik wajib dipasang untuk keselamatan bagi penghuni rumah. Namun, masih banyak yang kurang memahami akan pentingnya pemasangan grounding atau arde ini, sehingga mereka tidak merasa keberatan jika instalasi listrik di rumah tidak perlu di pasang kabel arde. Untuk itu sepenting apakah kabel arde ini ? apa saja fungsi  dan cara pemasangan grounding listrik yang baik?

Pengertian Grounding Listrik

Grounding atau pertanahan atau yang sering disebut dengan Arde adalah suatu jalur kabel tersendiri yang dipasang pada instalasi listrik rumah menuju titik pertanahan (bumi) dan tidak menyambung secara langsung dengan kabel-kabel lainnya pada instalasi listrik tersebut.

Grounding listrik juga bisa diartikan sebagai sistem pertanahan pada suatu instalasi listrik  yang mampu meniadakan beda potensial dengan cara mengalirkan arusnya ke tanah atau bumi. Yang dimaksud beda potensial yaitu berupa kebocoran arus listrik atau sambaran petir.

Cara pemasangan grounding ini yaitu menggunakan sebuah elektroda khusus pembumian yang ditanam di dalam tanah. Sedangkan kabelnya menggunakan kabel arde yang memiliki ciri khas warna yakni hijau atau kuning strip hijau.

Mengapa di alirkan ke tanah ? karena tanah atau bumi memiliki massa dan volume yang sangat besar sehingga bisa menetralkan adanya muatan listrik yang sangat besar sekalipun itu petir.

Fungsi Grounding Listrik

Fungsi utama dari pemasangan grounding pada instalasi listrik di rumah yaitu memberikan perlindungan dan keamanan pada seluruh jaringan listrik. Untuk lebih jelas dan lengkap, mengenai beberapa fungsi grounding :

  1. Untuk Keselamatan, fungsi grounding pertama yaitu sebagai penghantar arus listrik ke bumi atau tanah saat terjadi kebocoran listrik sehingga tidak sampai menimbulkan bahaya ( kesetrum, korsleting bahkan kebakaran). Misalnya adalah saat penggunaan setrika listrik, dimana jika terjadi tegangan yang bocor atau hubungan singkat, maka tegangan tersebut akan di alirkan ke tanah melalui kabel arde, dan tidak akan mengalir ke badan pengguna.
  2. Sebagai Penangkal Petir, fungsi grounding kedua yakni mampu menghantarkan arus listrik yang berkapasitas besar langsung ke tanah atau bumi. Pemasangan kabel grounding untuk instalasi rumah dan grounding untuk penangkal petir, pemasangannya harus terpisah lokasinya satu sama lain.
  3. Pengaman peralatan listrik, disini grounding mampu mencegah terjadinya kerusakan yang diakibatkan adanya bocor tegangan.

Sistem Grounding Untuk Instalasi Listrik di Rumah

standart grounding listrik

Sistem pemasangan grounding pada intalasi listrik secara umum dekat dengan kWh meter di dalam Box MCB namun tidak terhubung di dalam MCB. Untuk sistem koneksinya, terminal grounding dihubungkan dengan terminal kabel netral.  Grounding listrik bisa dipasang pada bagian sebelum atau sesudah kWh meteran.

Namun demikian banyak orang yang memasang grounding listrik sebelum kWh meteran dengan alasan jika adanya gangguan netral dari sistem PLN, maka arus listrik akan langsung di alirkan ke tanah sehingga tidak akan mengalir ke meteran atau jaringan listrik di rumah. Posisi sistem grounding tersebut mampu memberikan dampak positif untuk penghematan konsumsi listrik.

Sementara untuk pemasangan grounding setelah meteran listrik, bila terjadi gangguan netral sistem PLN, maka arus tersebut akan mengalir menuju kWh meteran dan jaringan listrik di rumah yang kemudian terbaca sebagai beban listrik. Hal ini tentu menyebabkan biaya listrik semakin mahal.

Sistem grounding yang terpasang pada instalasi listrik di rumah dibagi menjadi dua macam, yaitu grounding untuk instalasi listrik rumah dan grounding untuk penangkal petir. Pemasangan dua sistem grounding yang berbeda ini harus dipisahkan tempatnya dan berjarak paling tidak 10 m.

Simbol Grounding

simbol grounding listrik

Simbol – simbol di atas merupakan simbol grounding yang banyak digunakan pada elektronika maupun sistem kelistrikan. Simbol simbol ini sangat penting untuk pembuatan gambar rangkaian elektrik maupun elektronik.

Cara Membuat Grounding Listrik yang Baik

cara membuar grounding listrik yang baik

Langkah langkah :

  1. Pertama buatlah lubang di tanah yang dekat dnegan letak kWh meter, sebagai tempat menancapkan besi beserta kawat arde yang terpasang.
  2. Pasang kabel arde pada sepanjang instalasi listrik di rumah dan hubungkan pada setiap stop kontak yang ada. Ujung kabel arde dihubungkan pada terminal grounding yang berada pada Box kWh meter dan kemudian diteruskan menuju ke permukaan tanah tempat kawat arde dibenamkan bersama dengan pipa besinya.
  3. Mulai dengan menanam kabel arde dengan melilitkan kawat secara kuat dan erat di sepanjang pipa besi. Kemudian tancapkan besi ke dalam tanah sedalam-dalamnya dan benar-benar terhubung ke bumi.

Syarat Pemasangan Arde

standart grounding listrik

  • Panjang untuk pipa besi minimal 75 cm, hal ini bertujuan untuk memastikan kawat arde tertanam ke dalam tanah dengan benar.
  • Hindari untuk menanam pipa arde pada tempat yang kemungkinan bisa timbul genangan air ketika hujan, hal ini cukup beresiko tinggi bagi anak-anak ataupun makhluk hidup lainnya yang hidup di sekitar rumah.
  • Jarak aman antara pipa arde yang tertanam pada tanah dengan Box kWh meter kurang lebih minimal 180 cm. Semakin jauh jaraknya semakin bagus, dan jangan kurang dari 180 cm. Jarak yang terlalu dekat beresiko kWh meter akan mudah terkena samparan petir ketika adanya cuaca buruk seperti petir.

Standart Grounding Listrik yang Baik

Standart Sistem grounding yang baik yaitu memiliki resistansi atau nilai tahanan yang kecil. Semakin kecil nilai tahanan atau resistansi pada grounding maka semakin baik grounding tersebut. Hal ini dapat diartikan arus gangguan listrik atau petir akan lebih cepat menuju ke bumi atau tanah tanpa hambatan besar. Arus listrik secara alami akan mencaru jalur dengan hambatan termudah.

Berdasarkan PUIL (Persayaratan Umum Instalasi Listrik) tahun 2000 hingga berlaku saat ini, nilai tahanan grounding untuk instalasi rumah maksimal sebesar 5 Ohm dan untuk penangkal petir maksimal 2 ohm.

Bagaimana jika instalasi grounding yang telah terpasang namun nilai resitansinya belum sesuai ? biasanya dapat diatasi dengan beberapa cara yaitu :

  1. Membuat sistem paralel dengan jalur grounding baru
  2. Menambah kedalaman penghantar grounding
  3. Memperlebar luas penampang penghantar grounding

Cara Kerja Grounding Listrik

sistem grounding listrik

Dari Box kWh meter, kabel arde atau grounding bersama dengan kabel phase dan netral akan melewati seluruh jaringan listrik di rumah dan kemudian terhubung pada setiap stop kontak. Dari setiap stop kontak, grounding akan tersambung dengan berbagai peralatan listrik dari colokannya.

Namun, semua colokan listrik ( steker) atau sambungan T harus terpasang dengan fasilitas koneksi grounding. Khususnya untuk peralatan listrik yang memiliki kapasitas cukup besar dan sering digunakan, seperti TV, Rice-Cooker, Setrika Listrik, Kulkas dan sebagainya.

Demikianlah seberapa penting grounding listrik bagi keamanan instalasi listrik di rumah anda. Semoga dengan informasi di atas anda dapat mempertimbangkan akan penerapan grounding listrik.

1 pk berapa watt

Cara Menghitung 1 HP / PK Berapa Watt ?

arga in Listrik
  ·   2 min read
1 kva berapa watt

Cara Menghitung 1 KVA Berapa Watt ?

arga in Listrik
  ·   3 min read
cara menghitung 1 ampere berapa watt

Cara Menghitung 1 Ampere Berapa Watt ?

arga in Listrik
  ·   3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *