elektro

Fungsi-Fungsi Thermistor beserta Cara Kerjanya

Salah satu jenis sensor suhu yang ada pada beberapa perangkat elektronika adalah thermistor. Meski tidak banyak, namun fungsi thermistor pada rangkaian-rangkaian elektronika...

Written by arga · 3 min read >
sensor thermistor

Salah satu jenis sensor suhu yang ada pada beberapa perangkat elektronika adalah thermistor. Meski tidak banyak, namun fungsi thermistor pada rangkaian-rangkaian elektronika tersebut sangat penting, seperti pada AC, Televisi, Monitor PC dan sebagainya. Bila anda di dunia elektro,  tentu sangatlah penting mengetahui apa fungsi thermistor secara detail dan bagaimana ciri-ciri sebuah thermistor mengalami kerusakan, agar dapat dengan mudah memperbaiki perangkat elektronika tersebut.

Pengertian Thermistor

Dalam bahasa Inggris Thermistor berasal dari kata “Thermo” (Suhu) dan “Resistor” (Tahanan) yang juga dapat diartikan dengan Thermally Sensitive Resistor.

Pengertian thermistor adalah suatu jenis sensor yang mampu mendeteksi perubahan suhu, terutama suhu ruangan. Sehingga alat thermistor ini digunakan pada perangkat elektronika yang membutuhkan sensor suhu dan difungsikan sebagai pengukur suhu.

Pada dasarnya thermistor adalah sebuah resistor, dimana resistor jenis tersebut mampu mengubah nilai tahanan atau nilai resistansinya berdasarkan dengan kondisi suhu / temperatur lingkungannya. Perubahan suhu yang diterima oleh thermistor akan menyebabkan thermistor memiliki resistansi yang lebih tinggi atau lebih rendah tergantung dari jenis bahan yang digunakan.

Thermistor pertama kali diproduksi secara massal oleh ilmuwan bernama Samuel Ruben dari Amerika Serikat pada tahun 1930. Alat ini memiliki bentuk yang berbeda-beda berdasarkan pada rangkaian elektronika yang akan diukur temperatur suhunya. Dalam sebuah rangkaian elektronika sendiri,  thermistor disimbolkan dengan huruf TH.

Fungsi Thermistor

fungsi thermistor

Pada dasarnya fungsi utama thermistor adalah mengukur perubahan suhu atau temperatur pada sebuah ruangan yang  kemudian digunakan untuk mengaktifkan sistem kerja suatu perangkat listrik atau elektronika.

Adapun beberapa fungsi thermistor secara rinci antara lain :

1. Sensor Suhu

Thermistor berfungsi sebagai sensor suhu yang banyak digunakan apda beberapa perangkat elektronika. Dibanding dengan jenis sensor suhu yang lain, thermistor merupakan jenis sensor suhu yang paling akurat dalam pengukurannya, lebih stabil penggunaannya dalam jangka panjang sehingga hal inilah menjadi alasan bahwa thermistor sering digunakan dalam berbagai aplikasi.

2. Pembatas Lonjakan Arus

Thermistor juga terkadang digunakan sebagai pembatas lonjakan arus. Thermistor mampu membatasi lonjakan arus untuk menghindari terjadinya kerusakan pada komponen dan mencegah sekring atau juga circuit breaker mengalami putus atau trip. Jenis thermistor yang digunakan sebagai pembatas lonjakan arus yaitu thermisor NTC.

3. Proteksi Sirkuit

Komponen thermistor juga mampu melindungi sebuah sirkuit atau rangkaian elektronika dengan cara memutus aliran arus (Sebagai pengganti sekring). Jenis thermistor yang digunakan untuk menjalankan fungsinya sebagai proteksi sirkuit adalah thermisor PTC.

Fungsi Thermistor pada AC (Alat Pendingin)

fungsi thermistor pada ac

AC atau Air Conditioner merupakan salah satu perangkat yang menggunakan sensor thermistor untuk mendeteksi perubahan suhu ruangan. Fungsi thermisor pada perangkat AC sangatlah penting yaitu sebagai otomatis pengatur suhu ruangan.

Pada dasarnya prinsip kerja sebuah thermistor pada AC yaitu sebagai “Saklar Otomatis” dimana dengan adanya perubahan nilai tahanan pada thermistor maka dapat menyebabkan AC akan bekerja sesuai pengaturan yang diberikan.

Ketika suhu atau temperatur ruangan tersebut telah mencapai nilai yang sudah diatur, maka thermistor akan mengirim sinyal ke PCB modul untuk memutuskan arus listrik yang menuju ke unit outdoor. Sehingga AC akan berhenti bekerja dan beristirahat untuk beberapa menit.

Ketika sewaktu-waktu suhu naik kembali, thermistor akan mengirimkan sinyal kembali untuk memerintahkan mesin kompresor kembali bekerja lagi. Sistem kerja ini terbilang cukup bagus karena dapat mencegah terjadinya panas berlebih (over heating) pada kompresor.

Contoh Prinsip Kerja Thermistor Pada AC

Sebuah AC telah diatur dengan suhu temperature pada remote control sebesar 20o Celcius, maka setelah temperatur ruangan tersebut dingin mencapai suhu 20o Celcius , maka kompresor akan standby secara otomatis. Kemudian kompresor AC akan nyala lagi secara otomatis jika mendeteksi suhu ruangan tersebut kembali naik di atas 20o Celcius.

Pada unit AC, alat thermistor terletak pada bagian indoor dan memiliki socket penghubung ke bagian komponen PCb modul, yang mana socket ini memiliki ukuran yang berbeda-beda pada masing-masing merk AC.

Ciri-ciri Thermistor AC Rusak

ciri ciri thermistor ac rusak

Seiring dengan lamanya pemakaian, tentu AC pernah mengalami adanya kerusakan atau tidak dapat berfunsi dengan normal. Salah satu penyebeb AC tidak dapat bekerja dengan normal adalah komponen thermistor telah rusak.

Biasanya thermistor yang telah rusak disebabkan oleh masa alat tersebut sudah habis atau usia thermise sudah sangat lama. Tegangan listrik yang berlebih juga dapat mengakibatkan kerusakan pada thermise.

Adapun berikut adalah ciri-ciri ketika thermistor AC telah mengalami kerusakan :

  1. Terdapat sebuah bunyi alarm yang menyala secara terus menerus ketika dinyalakan. Pada beberapa merk AC tertentu, hal ini sering terjadi dan dapat dijadikan sebagai indikator bahwa AC tersebut telah rusak pada bagian thermistornya. Sehingga harus diganti sesegera mungkin thermistornya dengan tipe yang sama dan yang asli.
  2. Unit outdoor AC yang tidak berfungsi secara normal, ini dapat terlihat dari kompresor AC yang sering mati. Hal ini disebabkan oleh thermistor yang mengalami kerusakan dan sudah terlalu peka dalam mendeteksi perubahan suhu ruangan sehingga unit outdoor sering mati dan menjadi AC tidak dingin lagi.
  3. Pada beberapa merk AC tertentu, menyebabkan remote control tidak berfungsi normal. Biasanya ini terjadi pada tipe AC tertentu dengan tidak berfungsinya remote contol, maka itu dibutuhkan test atau uji lebih lanjut, jika memang thersmistor sudah rusak.

Untuk memastikan kerusakan thermistor pada perangkat AC tekadang  diperlukan pengalaman pengguna tersendiri, apakah komponen tersebut benar-benar telah rusak sebelum menggantinya. Ada baiknya juga untuk melakukan pengukuran untuk mengetahui apakah nilai tahanan dari thermistor memang sudah tidak akurat.

Apabila unit AC anda mengalami kerusakan dengan mengeluarkan sebuah bunyi, anda dapat mengakalinya dengan menjauhkan thermistor udara atau yang sering disebut mata kucing dari Evaporator.

Jenis-Jenis Thermistor

jenis jenis thermistor

Terdapat 2 jenis thermistor antara lain :

NTC ( Negative Temperature Coefisient)

NTC merupakan jenis thermistor yang memiliki koefisien negatif. Thermistor jenis ini terbuat dari bahan logam oksida, yakni serbuk yang telah halus kemudian dikompres dan disinter dengan temperatur yang tinggi.

PTC (Positive Temperature Coefisient)

PTC merupakan jenis thermistor yang memiliki koefisien positif.  Adapun beberapa perbedaan thermistor PTC dengan jenis NTC antara lain adalah :

  • Koefisien temperatur dari PTC akan bernilai positif hanya pada interval tertentu, sehingga ketika diluat interval tersebut akan memiliki nilai 0 atau bahkan negatif
  • Nilai dan koefisien dari jenis PTC ini jauh lebih besar dibanding dengan jenis NTC
low pass filter adalah

Low Pass Filter (LPF) Adalah …

arga in elektro
  ·   3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *