elektro

Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja Potensiometer

Salah satu komponen elektronika yang juga memiliki peran penting yaitu potensiometer. Namun tak sedikit orang masih belum tahu akan cara kerja dan...

Written by arga · 3 min read >
pengertian dan fungsi potensiometer

Salah satu komponen elektronika yang juga memiliki peran penting yaitu potensiometer. Namun tak sedikit orang masih belum tahu akan cara kerja dan fungsi potensiometer ini. Berikut ulasan lengkap pengertian hingga prinsip kerja potensiometer.

Pengertian Potensiometer

Potensiometer atau (POT) adalah salah satu jenis resistor yang mana nilai resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pengguna atau kebutuhan rangkaian elektronika tersebut. Komponen potensiometer merupakan keluarga resistor yang termasuk dalam kategori Variable Resistor.

Selain itu, potensiometer juga dapat diartikan sebagai sebuah resistor dengan tiga terminal dengan kontak geser (wiper) yang membentuk pembagi tegangan yang diatur.

Fungsi potensiometer ini sangat banyak dan beragam, dimana sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Struktur Potensiometer

struktur potensiometer

Secara struktur, komponen potensiometer dirangkai dari tiga buah kaki terminal dengan sebuah tuas (shaft) yang berfungsi sebagai pengaturnya.

Pada umumnya bagian-bagian yang berperan penting dalam potensiometer adalah :

  1. Penyapu atau wiper
  2. Element Resistif
  3. Terminal

Simbol Potensiometer

simbol potensiometer

Fungsi dan Kegunaan Potensiometer

kegunaan dan fungsi potensiometer

Fungsi utama dari sebuah potensiometer adalah untuk menghasilkan nilai resistansi yang nilainya dapat disesuaikan dengan berbagai macam peralatan elektronik dan kebutuhan pengguna. Cara mengatur nilai resistansinya yaitu dengan memutar pada bagian tuas pengaturnya.

Selain itu, beberapa fungsi dari potensiometer dalam berbagai rangkaian dan peralatan elektronika antara lain :

  1. Sebagai pengatur volume pada berbagai rangkaian Audio/Video seperti pada Amplifier, Tape Mobil, DVD Player, Radio, dan sebagainya.
  2. Sebagai pengatur output tegangan pada rangkaian Power Supply
  3. Sebagai pembagi tegangan
  4. Pengatur terang gelapnya lampu (Light Dimmer Circuit)
  5. Aplikasi Switch TRIAC
  6. Sebagai Joystick pada Tranduser
  7. Sebagai Pengendali Level Sinyal

Cara Kerja (Prinsip Kerja) Potensiometer

Prinsip kerja pada potensiometer sama seperti resistor dengan semakin besar hambatan maka output (Volt) semakin kecil, dan sebaliknya semakin kecil hambatan (ohm) maka output (Volt) semakin besar.

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa sebuah potensiometer (POT) terdapat bagian yang dinamakan elemen resistif, elemen ini membentuk jalur (track) dengan terminal di kedua ujungnya. Sementara terminal lainnnya (berada ditengah) adalah Penyapu (Wiper) yang digunakan untuk menentukan pergerakan pada jalur resistif (Resistive).

Nah, pergerakan penyapu (Wiper) pada jalur elemen resistif inilah yang mengatur naik-turunnnya nilai resistansi sebuah potensiometer.

Pada umumnya, elemen resistif pada bagian potensiometer terbuat dari bahan campuran Metal (logam) da keramik ataupun Bahan Karbon (Carbon). Apabila potensiometer hanya menggunakan 2 kaki (1 ujung dan 1 penyapu), maka dapat berfungsi sebagai resistor variable atau rheostat. Namun, jika yang digunakan adalah tiga kaki, maka kaki yang satunya berfungsi sebagai V Out Sinyal keluar.

Meluasnya penggunaan potensiometer pada berbagai peralatan elektronik semakin menurun pada 1990’an, dengan munculnya alat kontrol digital yang sekarang lebih banyak digunakan.

Jenis – Jenis Potensiometer

Ditinjau dari bentuknya, potensiometer dapat dibagi menjadi tiga jenis. Tiga jenis yang berbeda ini memiliki fungsi masing-masing yang berbeda pula tapi mempunyai prinsip kerja yang sama.

1. Potensiometer Slider

potentiometer slider

Potensiometer ini nilai resistansinya dapat diatur dengan gerakan linier atau menggeserkan  Wiper-nya dari kiri ke kanan atau dari bawah ke atas tergantung dengan pemasangannya. Untuk menggeser Wiper-nya, umumnya menggunakan Ibu jari.

Potensiometer Slider sering digunakan dalam berbagai rangkaian audio profesional seperti  mixer studio, fader, equalizer grafis, dan consol kontrol nada audio yang telah dipasang sedemikian rupa sehingga pengguna dapat melihat dari posisi knop kotak plastik atau pegangan jari pengaturan.

Kekurangan utama dari potensiometer slider yaitu potensiometer jenis ini memiliki slot terbuka yang terlalu panjang sehingga dapat menyebabkan roda penghapus bergerak bebas dan naik turun di sepanjang jalur resistif.

Sehingga slot terbuka tersebut dapat dengan mudah membuat jalur resistif di dalam terkontaminasi dari debu dan kotoran, atau juga keringat dan minyak dari tangan pengguna.

2. Potensiometer Rotary

potensiometer rotary

Potensiometer rotary atau potensiometer putar , nilai resistansinya dapat diatur dengan cara memutarkan Wipernya pada sepanjang lintasan yang melingkar. Potensiometer jenis ini merupakan potensiometer yang paling umum digunakan.

Seperti halnya dengan potensiometer slider, potensiometer ini dapat diputar dengan menggunakan ibu jari. Potensiometer jenis ini banyak digunakan sebagai POT kontrol volume. Potensiometer Rotary juga sering disebut dengan Thumbwheel Potentiometer.

3. Potensiometer Trimmer

potensiometer trimmer

Potensiometer ini memiliki ukuran yang kecil dan harus menggunakan alat khusus seperti Obeng untuk memutarnya. Potensiometer Trimmer umumnya digunakan pada PCD dan jarang dilakukan pengaturannya.

Berdasarkan Jalur (Track) elemen resistifnya, Potensiometer dapat dibagi menjadi dua macam yaitu Potensiometer Linear (Linier Potentiometer) dan Potensiometer Logaritmik (Logarithmic Potentiometer).

1. Potensiometer Linier

potensiometer linier

Potensiometer jenis ini , wiper bergerak atau digeser pada sepanjang jalur linernya. Potensiometer linier juga dikenal sebagai potensiometer slider, POT slide atau Fader.

2. Potensiometer Logaritmik

potensiometer logaritmik

Jenis potensiometer dengan putaran terhadap resistansi yang bergerak mengikuti arah logaritma. Potentiometer Logaritmik banyak digunakan untuk keperluan audio seperti volume dan pengatur nada bass, middle, dan treble.

Tanda Potensiometer Mulai Rusak

Seperti halnya dengan komponen elektronika lainnya, komponen potensiometer tentunya juga bisa mengalami kerusakan. Seiring dengan lamanya penggunaan dan kurangnya perawatan biasanya akan mengakibatkan potensiometer tidak berfungsi dengan normal.

Umumnya potensiometer yang rusak ditandai dengan bunyai “krek, krek: dan suara yang keluar tidak konstan sesuai putaran yang seharusnya.

Misalnya saja, saat kita putar Wiper untuk membesarkan volume, suara yang dihasilkan tidak langsung besar, namun harus menunggu beberapa detik. Atau harus diputar berkali kali baru membesar.

Cara Perawatan Potensiometer

Cara merawat potensiometer cukup mudah dengan membersihkannya secara rutin dan teratur. Anda bisa menggunakan cairan yang dikhususkan untuk merawat komponen ini, namanya potensiometer cleaner.

Cara penggunaannya cairan ini yaitu dengan menyemprotkannya ke bagian potensiometer sambil memutar berulang-ulang hingga kotoran, debu atau keraknya bersih.

 

Demikian ulasan lengkap mengenai komponen potensiometer, dari pengertian, fungsi, cara kerja hingga cara merawat potensiometer. Semoga dapat menambah wawasan anda semua dan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *