elektro

Pengertian dan Fungsi Induktor

Selain resistor dan kapasitor, fungsi induktor dalam sebuah rangkaian elektronika memiliki peranan yang tak kalah penting. Walau tidak semua rangkaian elektronika memiliki...

Written by arga · 4 min read >
pengertian induktor

Selain resistor dan kapasitor, fungsi induktor dalam sebuah rangkaian elektronika memiliki peranan yang tak kalah penting. Walau tidak semua rangkaian elektronika memiliki induktor, namun penggunaan induktor menjadi salah satu fungsi inti dari sebuah rangkaian elektronika yang memakainya. Lantas, bagaimana fungsi dan cara kerja induktor di sebuah rangkaian ?

Pengertian Induktor

Induktor adalah salah satu komponen elektronika yang terdiri dari lilitan kawat atau kumparan dengan inti yang berupa ferrit, besi atau juga bisa udara dengan jumlah lilitan tertentu. Induktor termasuk dalam golongan komponen pasif, dimana komponen induktor ini tidak membutuhkan sumber tegangan dari luar.

Induktor dapat menghasilkan medan magnet atau arus induksi disaat terminal kaki-kakinya dilalui aliran arus listrik (AC ataupun DC) yang bisa gunakan sesuai dengan design sebuah rangkaian elektronika. Dan juga sebaliknya, induktor dapat menghasilkan arus listrik jika diberi medan magnet.

Medan magnet yang dihasilkan tersebut mampu menyimpan energi dalam waktu yang relatif singkat. Besar kecilnya energi medan magnet yang mampu disimpan oleh sebuah induktor ditentukan oleh induktansinya, dimana hal ini menggunakan satuan Henry (H).

Satuan induktansi ini diambil berdasarkan nama penemunya, yaitu ilmuawan Joseph Henry. Sementara untuk sistem medan magnet pada induktor menggunakan prinsip faraday, karena hukum ini diadopsi dari penemu bernama Michael Faraday yang juga mengembangkan sistem elektromagnetik.

Dalam satuan induktansi, satuan Henry (H) memiliki beberapa satuan-satuan turunan yang juga digunakan untuk menyatakan kemampuan induktansi sebuah induktor, antara lain milihenry (mH) dan microhenry (µH). Sedangkan pelambangan simbol komponen induktor pada sebuah rangkaian elektronika ditandai dengan huruf “L”.

Simbol Induktor

Simbol-simbol yang ada pada induktor adalah sebagai berikut :

simbol induktor

Nilai induktansi pada sebuah induktor dipengaruhi beberapa parameter, antara lain jumlah lilitan, diameter induktor, dan inti yang digunakan.

  • Jumlah lilitan, semakin banyak lilitannya maka semakin besar pula nilai induktansinya
  • Diameter induktor, semakin besar diameter induktor maka semakin besar pula nilai induktansinya
  • Inti induktor, bahan inti yang digunakan seperti besi, ferrit ataukah udara
  • Panjang induktor, semakin pendek induktor, maka semakin besar nilai induktansinya

Fungsi dan Kegunaan Induktor

fungsi induktor
panduanteknisi.com

Secara umum, fungsi induktor adalah menghasilkan medan magnet dari arus listrik yang mengalirinya. Komponen induktor ini banyak dimanfaatkan secara luas pada rangkaian elektronika maupun listrik, seperti sebagai filter pada frekuensi tertentu, menahan arus bolak balik (AC), meneruskan arus searah (DC), dan pembangkit getaran serta melipatgandakan tegangan.

Fungsi induktor sebagai penghasil medan magnet

Medan magnet dihasilkan dari adanya aliran arus listrik pada suatu lilitan atau kumparan dengan inti tertentu. Beberapa kegunaan induktoe sebagai penghasil medan magnet pada komponen-komponen elektronika, yakni seperti pada komponen relay, motor listrik, loudspekaer, microphone dan lain sebagainya.

Pada komponen relay, saklar berperan untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik ketika medan magnet pada induktor di dalamnya bekerja. Sementara pada loudspeaker, gaya medan magnet yang mendapatkan arus output dengan frekuensi radio akan menggerakkan membran loudspeaker sehingga medan magnet tersebut akan berubah menjadi suara. Untuk  komponen elektronika  lainnya kurang lebih  juga memiliki prinsip kerja yang tidak jauh berbeda.

Kegunaan induktor lainnya adalah :

  • Pada rangkaian power supply, digunakan sebagai filter yang berfungsi untuk menghilangkan suara dengung atau noise.
  • Untuk perangkat penerima radio, induktor digunakan bersama dengan kapasitor dan komponen lain yang berperan untuk memproses sinyal gelombang radio dan menghasilkan frekuensi tertentu.
  • Pada kabel, induktor yang digunakan berukuran kecil yang berfungsi untuk mencegah inrterferensi frekuensi radio agar tidak mengganggu pada kabel tersebut.

Jenis-Jenis Induktor

Ada beragam jenis dan bentuk induktor yang digunakan pada beberapa rangkaian elektronika. Baik itu induktor pabrikan maupun induktor custom yang dirancang sendiri sesuai dengan spesifiksi yang diinginkan.

Bila ditinjau berdasarkan cara perubahan nilai induktansinya, induktor terbagi menjadi dua jenis, yakni induktor nilai tetap dan induktor variabel atau nilai tidak tetap.

Pada induktor jenis tetap, biasanya terdiri dari gulungan inti udara atau inti lainnya yang dirangkai secara permanen sehingga menghasilkan nilai yang tetap dan tidak dapat berubah-ubah. Sementara pada jenis induktor titak tetap merupakan jenis induktor yang nilainya dapat diubah-ubah, yaitu dengan cara memutar atau menggeser bagian inti kumparan, atau juga bisa dengan cara dicabangkan pada jumlah lilitan tertentu.

Bila dibedakan dari jenis inti yang digunakan, induktor terbagi menjadi beberapa jenis, antara  lain :

1. Induktor Inti Udara (Air Core Inductor)

induktor inti udara

Induktor dengan inti udara tidak memiliki material apapun sebagai intinya. Sehingga bisa dikatakan sama sekali tidak menggunakan inti atau di tengah lilitan kumparan induktor jenis ini hanyalah ruang kosong yang berisikan udara.

Induktor jenis ini memiliki kerapatan fluks yang tinggi dan tidak ada kerugian energi, sehingga banyak digunakan pada rangkaian radio dan televisi. Induktor inti udara hanya tersedia dengan ukuran nilai induktansi yang relatif rendah.

2. Induktor Inti Besi (Iron Core Induktor)

induktor inti besi

Induktor inti besi yaitu induktor yang inti pusatnya terbuat dari bahan besi padat. Induktor jenis ini menghasilkan arus eddy dan histerystis yang sangat besar, sehingga hanya digunakan untuk aplikasi rendah dengan daya yang tinggi seperti pada power supply, inverter, trafo catu daya, dan sebagainya.

Biasanya Induktor inti besi hanya tersedia dengan nilai induktansi yang cukup besar.

3. Induktor Inti Ferit (Ferit Core Induktor)

inductor ferrite

Induktor inti ferit yaitu induktor yang intinya terbuat dari bahan bubuk keramik yang dipadatkan. Induktor jenis ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan induktor inti besi, yaitu mengenai efisiensi yang lebih baik karena memiliki histeristis yang kecil dan arus eddy yang sangat rendah.

Oleh karena itu, induktor jenis ini banyak digunakan pada rangkaian elektronika yang memiliki frekuensi tinggi.

4. Induktor Inti Toroid (Toroidal Core Induktor)

induktor toroid

Induktor inti Toroid merupakan induktor yang intinya sama sejenis ferit yang memiliki bentuk lingkaran seperti donat. Pada dasarnya, induktor jenis ini memiliki tingkat kebocoran fluks yang jauh lebih rendah dibanding dengan induktor jenis lain.

Induktor inti teroid memiliki nilai induktansi dan faktor Q yang sangat tinggi. Induktor ini juga banyak digunakan pada rangkaian power dan switching.

5. Induktor Inti Besi Laminasi (laminated Core Induktor)

laminated inductor

Induktor inti besi laminasi merupakan induktor yang intinya terbuat dari susunan lembaran baja tipis yang telah terlaminasi. Pada antar lapisan baja ditempelkan secara kuat agar membentuk inti yang cukup padat dan dipisahkan isolasi untuk mencegah arus eddy.

Cara Kerja Induktor

Ketika arus listrik mulai dialirkan ke induktor, maka induktor akan mulai menghasilkan medan magnet, dan perubahan arus listrik ke medan magnet tidak mengubah tegangan listriknya. Perubahan ini biasa disebut dengan fluks magnet.

Adanya Perubahan arus listrik yang mengalir dan menghasilkan medan magnet di sekitar kumparan, sehingga membuat besi berubah menjadi magnet selama mendapat arus magnetik dari sumber daya baik arus bolak balik (AC) maupun arus searah (DC).

Contoh Prinsip Kerja Induksi

cara kerja induktor

Sebuah rangkaian listrik terdiri dari baterai, lampu pijar, switch yang dihubungkan secara paralel dengan sebuah induktor. Pada saat switch di rangkaian ditekan, maka lampu pijar akan menyala dengan terang. Dan sebaliknya ketika switch dimatikan atau tidak ditekan, lampu akan berhenti memancarkan cahaya sepenuhnya.

Perubahan ini diakibatkan oleh adanya induktansi.

  • Ketika ada arus yang mulai mengalir melintasi kumparan induktor, akan timbul reaksi perubahan menjadi medan magnet dan arus akan berhenti mengalir karena adanya arus kedua yang dihasilkan melalui kumparan dalam arah yang berlawanan.
  • Saat arus dimatikan, medan magnet yang telah terbentuk akan mencoba untuk mempertahankan aliran arus listrik yang terdapat pada kumparan hingga tidak mampu lagi mempertahankan arus listrik tersebut. Hal ini menyebabkan arus listrik menghilang dan menjadikan lampu hanya menyala sebentar.

Prinsip kerja dari induktor ini sering disebut dengan hukum tangan kanan.

Dari beberapa penggunaan induktor di atas, dapat kita pahami bersama bagaimana sebuah induktor bekerja dan memiliki peran berbeda-beda tergantung bagaimana induktor tersebut dipasang dalam sebuah rangkaian elektronika.

Demikianlah penjelasan pengertian dan fungsi dari induktor yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *