Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja Rheostat

Seperti yang telah kita ketahui bahwa rheostat  merupakan salah satu jenis potensiometer yang memiliki 2 kaki terminal untuk koneksi. Antara potensiometer dan rheostat, masih banyak yang belum tahu perbedaanya, padahal penggunaan dua komponen ini tidak sama. Untuk itu, kami akan ulas lengkap bagaimana fungsi, kegunaan dan cara kerja rheostat .

Pengertian Rheostat

Rheostat atau hambatan geser adalah salah satu jenis resistor variabel yang berperan untuk mengendalikan arus  yang mengalir dan mengubah resistansi dalam suatu rangkaian elektronik.

Sebuah rheostat juga merupakan resisitor variabel yang memiliki dua kaki terminal yang dirancang untuk menangani arus dan tegangan yang tinggi. Umumnya rheostat terdiri dari kawat resistif yang dililitkan untuk membentuk koil toroid dengan penyapu yang bergerak pada bagian atas toroid, menyambung koil dari satu lilitan ke lilitan selanjutnya.

Rheostat juga dapat diartikan sebagai peralatan listrik yang resisitansinya dapat disesuaikan. Peralatan listrik yang dmaksudkan yaitu suatu jenis potensiometer yang memiliki dua terminal bukan tiga. Berbeda dengan potensiometer, rheostat mampu membawa jumlah arus yang lebih besar. Oleh karena itu, umumnya sebuah rheostat dirancang seperti resistor gulungan kawar (wirewound).

Simbol Rheostat

simbol rheostat

Umumnya rheostat  disimbolkan dengan sebuah resistor dengan diagonal panah di atasnya.

Fungsi dan Kegunaan Rheostat

Komponen rheostat banyak digunakan sebagai perangkat kontrol daya, misalnya untuk mengendalikan atau mengatur intensitas cahaya (dimmer), kecepatan motor, pemanas dan oven. Namun sayangnya, saat ini rheostat sudah tidak digunakan dalam fungsi ini lagi karena efisiensi yang relatif rendah.

Sebagai resistor variabel, komponen ini juga sering digunakan untuk tuning dan kalibrasi pada sebuah rangkaian atau sirkuit. Dalam penggunaannya, sebuah rheostat disetel/disesuaikan hanya selama fabrikasi atau penyetelan sirkuit/rangkaian.

Cara Kerja Rheostat

cara kerja rheostat

Prinsip dan cara kerja sebuah rheostat yaitu menggunakan hukum Ohm yang menyatakan bahwa “arus berbanding terbalik dengan resistansi untuk tegangan yang diberikan.” Artinya bahwa jumlah arus akan berkurang seiring dengan meningkatnya resistansi atau juga arus akan meningkat ketika resistansi menurun.

Arus memasuki rheostat melalui salah satu kaki terminalnya, kemudian mengalir melintasi kumparan kawat dan kontak, dan keluat melalui terminal lain. Komponen rheostat tidak memiliki polaritas sehingga komponen ini mampu berjalan ketika pemasangan kaki terminalnya terbalik.

Cara memasang potensiometer sebagai rheostat

Untuk menggunakan atau memasang sebuah potensiometer sebagai rheostat yaitu dengan menyambungkan salah satu ujung resistifnya dengan Wiper. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya gangguan sirkuit dalam kasus wiper kehilangan koneksi dengan jalur resistif dan mengurangi kebisingan selama penyesuaian.

Jenis – Jenis Rheostat

Rheostat dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dan tyoe.

1. Rheostat Putar (Rotary)

rheostat rotary

Seperti namanya, rheostat jenis ini memiliki jalur resistif melingkar atau berputar. Komponen ini merupakan jenis rheostat yang paling banyak digunakan dalam aplikasi kontrol daya. Jenin ini digunakan untuk mengontrol beberapa aplikasi secara paralel atau untuk meningkatkan rating daya (power rating) atau menyesuaikan jangkauan.

2. Rheostat Slide

rheostat linier

Rheostat slide atau linier umumnya terdiri dari resistif gulungan  kawat (wirewound) dalam silinder isolasi. Pada jalur resistif linier, sebuah terminal geser dapat bergerak dengan lancar di atas jalur ini yang mampu menambah atau mengurangi resistansi.

Rheostat jenis ini banyak digunakan dalam dunia pendidikan atau sebuah laboratorium.

3. Rheostat Trimmer

rheostat preset

Rheostat Trimmer merupakan resistor variabel yang biasanya digunakan pada papan sirkuit cetak (PCB). Komponen ini memiliki ukuran yang kecil. Trimmer Potensiometer atau Trimpot juga biasa disebut dnegan preset resistor jika digunakan sebagai rheostat.

Trimpot yang biasanya digunakan sebagai rheostat yaitu trimmer potensiometer yang memiliki tiga kaki terminal.

Perbedaan Rheostat dan Potensiometer

Pada dasarnya baik rheostat maupun potensiometer memiliki konstruksi yang sama dan merupakan sebuah resistor variabel. Namun secara teknis, dua komponen ini memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda.

  • Rheostat terdiri dari dua terminal, sementara potensiometer terdiri dari tiga terminal
  • Dalam penggunaannya, rheostat menggunakan dua terminal, sedangkan untuk potensiometer menggunakan tiga terminal.
  • Komponen rheostat tidak akan dapat digunakan sebagai potensiometer, sedangkan potensiometer dapat digunakan sebagai rheostat.
  • Rheostat berfungsi untuk mengubah arus, sedangkan potensiometer sering digunakan untuk mengubah tegangan.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai pengertian, fungsi hingga cara kerja rheostat. Semoga pemaparan di atas dapat menambah pengetahuan anda dan bermanfaat.

  • Add Your Comment