elektro

Pengertian, Fungsi dan Jenis Jenis Baterai

Fungsi Baterai – Saat ini dengan perkembangan teknologi, kebutuhan komponen baterai terus meningkat. Baterai memiliki peran penting bagi sebagian besar perangkat elektronik...

Written by arga · 4 min read >
pengertian baterai

Fungsi Baterai – Saat ini dengan perkembangan teknologi, kebutuhan komponen baterai terus meningkat. Baterai memiliki peran penting bagi sebagian besar perangkat elektronik yang digunakan manusia.  Begitu besarnya fungsi baterai  terhadap kehidupan manusia, di bawah ini adalah uraian lengkap dari pengertian, fungsi hingga jenis-jenis baterai.

Pengertian Baterai

Baterai atau Battery adalah sebuah komponen yang mampu mengubah energi kimia yang disimpannya menjadi sumber energi listrik melalui proses kimia untuk dapat digunakan peralatan elektronika.

Pada umumnya, perangkat elektronika yang menggunakan baterai adalah peralatan elektronik yang bersifat portable atau dapat dibawa kemana saja sesuai keinginan pengguna. Dengan bantuan baterai, perangkat elektronika tersebut tidak perlu terhubung secara langsung  dengan kabel listrik untuk  dapat berfungsi.

Beberapa peralatan elektronika portable yang menggunakan baterai sebagai sumber energi yaitu seperti Handphone, Jam, Laptop, Diskman, Senter, Remote TV, UPS atau juga bahkan mobil.

Ada dua jenis utama baterai yang sering digunakan, yaitu single user dan rechargeable. Single user adalah baterai yang sekali pakai, dimana bila daya baterai habis, maka baterai langsung dibuang. Sedangkan baterai rechargeable adalah jenis baterai yang dapat dicharger atau isi ulang bila daya baterai habis.

Fungsi Baterai

fungsi - fungsi baterai

Pada dasarnya, fungsi utama baterai adalah sebagai sumber energi bagi peralatan elektronik.  Baterai berfungsi untuk menyimpan dan menyalurkan energi listrik untuk peralatan elektronika.

Namun demikian, bila diuraikan lebih detail fungsi baterai berbeda-beda sesuai dengan jenis baterai tersebut. Misalnya pada baterai untuk kendaraan atau biasa disebut dengan aki. Fungsi baterai pada kendaraan ini yaitu untuk menstabilkan tegangan listrik saat kendaraan dinyalakan.

Beda lagi fungsi baterai pada handphone, yang mana baterai berfungsi sebagai sumber daya atau energy listrik handphone agar dapat digunakan.

Cara Kerja Baterai

Komponen utama baterai  terdiri dari dua bahan konduktor tak sejenis yaitu Terminal Positif (Katoda) dan Terminal Negatif (Anoda) yang disebut dengan elektroda. Serta larutan yang mampu menghantarkan listrik disebut elektrolit.

Sebuah baterai menyimpan energi potensial listrik yang berupa sel elektrokimia (sel volta). Ketika terminal positif dan terminal negatif dihubungkan, maka potensi listrik kedua kutub tersebut akan menyebabkan arus listrik mengalir.

Arus listrik tersebut berbentuk aliran elektron yang diakibatkan perbedaan potensi listrik di zat kimia di Katoda dan Anoda pada baterai.  Sementara output arus listrik dara baterai berupa arus searah atau arus DC (Direct Current).

Jenis Jenis Baterai

 

Sampai saat ini banyak sekali jenis-jenis baterai yang telah beredar di pasaran, dimana masing-masing baterai memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya ada dua jenis utama baterai, yaitu Baterai Primer dan Baterai Sekunder.

1. Baterai Primer (Single Use Battery)

baterai primer atau rechargeable baterai

Baterai Primer atau baterai sekali pakai adalah baterai yang tidak bisa digunakan lagi saat daya baterai telah habis sehingga baterai harus dibuang. Baterai ini merupakan baterai yang paling sering dijumpai di pasaran.  Hal ini karena lebih banyak dipergunakan dan harganya lebih terjangkau.

Pada umumnya, baterai sekali pakai ini memiliki tegangan sebesar 1,5 volt dan terdiri dari beberapa jenis ukuran seperti AAA (Sangat kecil), AA (kecil), C(Medium) dan D (Besar). Selain itu, baterai sekali pakai juga tersedia dengan bentuk kotak dengan tegangan  6 Volt atau 9 Volt.

Adapun jenis-jenis baterai yang tergolong dalam kategori Baterai Primer antara lain :

a. Baterai Zinc-Carbon (Seng Karbon)

Baterai Zinc-Carbon juga banyak dinamakan dengan Baterai “Heavy Duty”.  Baterai  ini banyak dijumpai di pasaran dan memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan dari baterai jenis lainnya. Baterai jenis ini terdiri dari bahan Zinc pada bagian terminal negatifnya yang berfungsi sebagai pembungkus baterai. Sementara pada terminal positif terbuat dari Karbon yang berbentuk batang (rod).

b. Baterai Alkaline (Alkali)

Baterai Alkaline merupakan baterai yang lebih populer dengan daya tahan yang lebih lama dan harga yang lebih mahal dibandingan baterai Zinc-Karbon. Nama Alkaline sendiri berasal dari “Zat Alkali” yang merupakan bahan elektrolit Potassium hydroxide yang digunakan dalam baterai tersebut.

c. Baterai Lithium

Baterai Lithium merupakan baterai dengan kinerja lebih baik dan paling kuat diantara semua jenis baterai sekali pakai. Baterai jenis ini mampu bertahan hingga 10 tahun dan bekerja dengan suhu yang rendah.

Karena ketahanannya, baterai ini banyak digunakan pada memori backup komputer dan jam tangan. Baterai Lithium biasanya dibuat dengan bentuk seperti uang logam atau yang sering disebut dengan baterai koin  atau baterai kancing.

d. Baterai Silver Oxide

Baterai Silver Oxide merupakan jenis baterai yang tergolong mahal dikarenakan mahalnya harga perak (silver).  Baterai jenis ini memiliki bentuk yang kecil dan ringan namun mampu menghasilkan energi yang sangat tinggi.  Sama halnya dengan baterai lithium, baterai silver oxide juga sering disebut dengan baterai koin atau baterai kancing. Baterai ini banyak digunakan pada jam tangan, kalkulator dan aplikasi militer.

2. Baterai Sekunder (Rechargeable Battery)

Baterai sekunder atau Rechargeable Battery adalah jenis baterai yang dapat di isi ulang bila dayanya habis sehingga dapat dipergunakan kembali. Pada dasarnya cara kerja baterai isi ulang dalam menghasilkan arus listrik sama dengan baterai sekali pakai. Akan tetapi, reaksi kimia pada baterai isi ulang ini dapat berbalik (Reversible).

Pada saat baterai digunakan dengan menghubungkan beban pada terminal baterai (Discharge), maka elektron akan mengalir dari terminal negatif ke positif. Sementara pada saat baterai sekunder ini dihubungkan dengan sumber energi luar (Charger), maka elektron akan akan mengalir dari positif ke negative sehingga terjadi pengisian muatan pada baterai.

Adapun jenis-jenis baterai yang tergolong dalam kategori baterai sekunder (Rechargeable Battery) antara lain :

a. Baterai Ni-Cd (Nickel – Cadmium)

Baterai Ni-Cd (Nickel – Cadmium)

Baterai NI-Cd (Nickel-Cadmium) adalah jenis baterai isi ulang yang bahan elektrolitnya terbuat dari Nickel Oxide Hydroxide dan Metallic Cadmium. Baterai jenis ini memiliki daya tahan yang cukup lama dan kemampuan beroperasi dalam jangkauan suhu yang luas.

Namun demikian, baterai ini akan melakukan discharge sendiri (Self discharge) sekitar 30% per bulan bila tidak difungsikan. Disamping itu, baterai Ni-Cd juga cukup membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan hidup karena mengandung  15% Tosik/racun yaitu bahan Carciogenic Cadmium.

Hingga saat ini penjualan baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium) dalam suatu perangkat portable konsumen telah dilarang keras Eropa.

b. Baterai Ni-MH (Nickel-Metal-Hydride)

Baterai Ni-MH (Nickel-Metal-Hydride)

Baterai Ni-MH (Nickel-Metal-Hydride) memiliki keunggulan yang tidak jauh berbeda dengan baterai Ni-Cd, bahkan memiliki kapasitas 30% lebih tinggi dibandingkan dengan baterai Ni-Cd. Selain itu, baterai jenis ini tidak mengandung zat berbahaya seperti Cadmium yang dapat merusak kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Baterai NI-MH juga dapat dilakukan isi ulang hingga ratusan kali sehingga mampu menghemat biaya dari pembelian baterai.  Baterai ini banyak digunakan dalam perangkat kamera dan radio komunikasi.

Namun sayangnya baterai Ni-MH juga dapat  melakukan discharge sendiri (Self Discharge) bila tidak digunakan. Meski tidak mengandung zat berbahaya Cadmium, akan tetapi baterai ini mengandung zat yang tidak baik bagi kesehatan manusia walau jumlahnya sedikit, sehingga perlu dilakukan daur ulang dan tidak boleh dibuah pada sembarang tempat.

c. Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)

Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)

Baterai jenis Li-Ion merupakan sebuah baterai yang paling banyak digunakan pada sebagian besar perangkat elektronika seperti digital kamera, handphone, video kamera hingga laptop. Baterai Li-Ion memiliki kemampuan self discharge atau melakukan discharge sendiri sebesar 20% setiap bulannya.

Bila dibandingkan dengan Baterai Ni-MH, baterai jenis ini memiliki daya tahan yang lebih tinggi, lebih ringan 30% serta memberikan kapasitas yang lebih tinggi sekitar 30%. Disamping ini, baterai ini juga lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung zat berbahaya Cadmium. Akan tetapi, baterai ini tidak boleh dibuang pada sembarang tempat.

d. Baterai Li-Po (Lithium – Polimer)

Baterai Li-Po (Lithium – Polymer)

Dibandingkan dengan baterai Li-Ion, baterai Li-Po memiliki daya tahan yang lebih tinggi terutama saat suhu tinggi atau panas. Baterai ini terbuat dari bahan senyawa polimer dan fleksibel. Namun, harga dari baterai ini tergolong sangat mahal dan jarang ditemukan di pasaran.

e. Baterai Rechargeable Alkaline

Rechargeable Alkaline

Baterai Rechargeable Alkaline merupakan jenis baterai Alkaline yang dapat diisi ulang pada saat dayanya habis. Baterai ini memiliki harga yang cukup terjangkau diantara semua baterai jenis rechargeable. Namun jumlah banyaknya discharge adalah yang paling rendah, yakni hanya sekitar 25 kali atau lebih.

Demikianlah pengertian, fungsi dan jenis-jenis beterai yang dapat kami uraiakan. Semoga informasi di atas bermanfaat dan menambah pengetahuan anda semua.

pengertian arduino uno

Pengertian Arduino Uno dan Spesifikasinya

arga in elektro
  ·   4 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *