elektro

CATU DAYA : Pengertian, Fungsi, Cara Kerja hingga Jenisnya

Catu daya merupakan elemen penting dalam sebuah rangkaian elektronika. Dengan adanya supply tegangan listrik dari catu daya atau power supply ini, sebuah...

Written by arga · 3 min read >
pencatu daya

Catu daya merupakan elemen penting dalam sebuah rangkaian elektronika. Dengan adanya supply tegangan listrik dari catu daya atau power supply ini, sebuah perangkat elektronika dapat bekerja. Untuk memahami pencatu daya lebih jelas dan detail, berikut adalah pemaparannya dari pengertian, fungsi, cara kerja hingga skema rangkaian catu daya.

Pengertian Catu Daya

Catu daya atau yang dalam bahasa Inggrisnya adalah power supply  adalah suatu peralatan listrik yang berperan menyediakan energi listrik dan mengolahnya pada perangkat elektronika. Secara sederhana, peran sebuah catu daya yaitu mengolah sumber listrik dari stop kontak.

Mengapa Power Supply dibutuhkan ?

Peran sebuah pencatu daya atau power supply sangat dibutuhkan untuk komponen atau perangkat elektronika yang memerlukan jenis tegangan khusus, misalnya tegangan DC (Direct Current) dan kestabilan tegangan. Karena apabila tidak terpenuhi, kondisi yang disebutkan di atas maka perangkat elektronika tersebut tidak dapat bekerja maksimal bahkan rusak.

Misalnya adalah pada beberapa perangkat elektronika yang kompleks seperti komputer, radio, dan TV yang membutuhkan arus DC dengan tegangan yang berbeda-beda . Sementara sumber listrik yang dialirkan dari stop kontak merupakan AC 220 V.

Fungsi Catu Daya , jadi fungsi pencatu daya selain mensupply energi listrik yaitu menyerahkan tegangan listrik yang dialirkan dari AC ke DC dengan besar tegangan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing perangkat elektronika tersebut.

Cara Kerja dan Fungsi Komponen Catu Daya

cara kerja catu daya

Kita dapat mengetahui prinsip kerja dari sebuah catu daya atau power supply dengan memahami fungsi dari setiap komponennya.

Terdapat setidaknya 7 komponen dalam power supply yang terdiri atas 4 komponen utama yaitu , tarnsformator, dioda, Kapasitor dan IC Voltage Regulator. Serta 3 komponen tambahan antara lain saklar, sekering dan lampu indikator.

Transformator

Trafo berfungsi mengubah tegangan listrik, untuk power supply trafo yang digunakan berjenis step down yang bertugas untuk menurunkan tegangan listrik dari sumber listrik. Arus input dari sumber listrik yaitu 220 AC diturunkan oleh transformator menjadi arus AC dengan tegangan yang lebih kecil.

Dioda

Kemudian terdapat dioda yang berperan untuk menyearahkan arus AC menjadi arus DC. Cara kerjanya yaitu setengah gelombang arus AC diblok oleh dioda, sehingga akan menghasilkan arus setengah gelombang DC. Agar penyearahan arus efektif, maka sebaiknya dioda yang digunakan pada pencatu daya yakni jenis dioda bridge.

Kapasitor

Ada kapasitor pada power supply berperan untuk menyaring tegangan DC yang tidak stabil dari dioda bridge. Sehingga sinyal arus yang keluar dari kapasitor rata dan stabil.

IC Voltage Regulator

Terakhir yaitu IC Regulator yang berperan untuk mengubah tegangan DC menjadi tegangan yang matang, stabil dan siap di pakai oleh sebuah perangkat elektronika .

Tegangan output yang dihasilkan pencatu daya atau power supply dapat kita atur sesuai dengan kebutuhan perangkat elektronika yang akan dialirinya, seperti5VDC, 9 VDC, atau 12 VDC.

Skema Rangkaian Pencatu Daya

contoh rangkaian pencatu daya

Klasifikasi Pencatu Daya / Power Supply

jenis jenis power supply

Pada umumnya, pencatu daya terbagi menjadi 3 klasifikasi besar, Yakni berdasarkan Fungsinya, berdasarkan bentuk mekaniknya dan berdasarkan metode konversinya.

Pencatu Daya berdasarkan Fungsinya

  1. Regulated Power Supply adalah pencatu daya yang mampu mengontrol kestabilan tegangan dan arus listrik walaupun terdapat perubahan atau variasi pada beban atau sumber listrik (tegangan dan arus input).
  2. Unregulated Power Supply, adalah pencatu daya yang pada tegangan atau arus listriknya dapat berubah apabila beban berubah atau sumber listriknya mengalami perubahan.
  3. Adjustable Power Supply adalah pencatu daya yang tegangan arusnya dapat diatur sesuai kebutuhan dengan menggunakan knob mekanik. Adjustable power supply juga terbagi menjadi 2 jenis, yakni regulated adjustable power supply dan unregulated adjustable power.

Pencatu Daya berdasarkan Bentuknya

  1. Power Supply Internal adalah sebuah power supply yang disusun terintergrasi dengan motherboard atau papan rangkaian induk, sehingga menyatu kedalam perangkat tersebut dan tidak bisa dilihat secara langsung. Contohnya ialah : pencatu daya pada Komputer, DVD player, TV, dan sebagainya.
  2. Power Supply Eksternal adalah sebuah power supply yang dibuat berdiri sendiri dan terpisah dari motherboard perangkat elektronik sehingga berada di luar perangkat elektronika yang digunakan. Contohnya ialah : Charger Handphone dan Adaptor Laptop.

Power Supply berdasarkan Metode Konversinya

  1. Pencatu Daya Linier

Power supply linier merupakan jenis power supply yang paling banyak digunakan dalam sebuah perangkat elektronika. Cara kerja dari catu daya jenis ini yaitu mengkonversi tegangan listrik secara langsung dari inputnya

  1. Switching Power Supply

Power supply jenis ini, tegangan yang masuk ke dalam rangkaian langsung disearahkan oleh rangkaian penyearah tanpa menggunakan bantuan transformator

Jenis – Jenis Power Supply

Selain klasifikasi di atas, beberapa jenis pencatu daya antara lain :

1. DC Power Supply

DC Power Supply adalah pencatu daya yang memberikan tegangan maupun arus listrik dalam bentuk DC (Direct Current) dan memiliki polaritas yang tetap yakni positif dan negatif untuk bebannya. Terdapat 2 jenis DC supply, antara lain :

  • AC to DC Power Supply, merupakan DC power supply yang mengubah sumber tegangan listrik AC menjadi tegangan DC yang dibutuhkan oleh perangkat elektronika. Pada AC to DC power supply, biasanya terdapat transformator yang menurunkan tegangan, dioda sebagai penyearah dan kapasitor sebagai penyaring atau filter.
  • Linier Regulator, power supply ini berfungsi untuk mengubah tegangan DC yang berfluktuasi menjadi lebih stabil (konstan) dan biasanya menurunkan tegangan DC input.

2. AC Power Supply

AC Power Supply merupakan power supply yang mampu mengubah suatu taraf tegangan AC ke taraf tegangan lainnya. Misalnya adalah AC Power Supply yang menurunkan tegangan AC 220 V ke 110 V untuk perangkat yang membutuhkan 110 VAC. Atau juga bisa sebaliknya dar tegangan AC ke 110 V ke 220 V.

3. Switch Mode Power Supply

Switch Mode Power Supply (SMPP) merupakan jenis pencatu daya yang langsung menyearahkan (rectify) dan menyaring (filter) tegangan input AC untuk memperoleh tegangan DC. Kemudian tegangan DC tersebut di switch ON dan OFF pada frekuensi tinggi dengan sirkuit frekuensi tinggi sehingga menghasilkan arus AC yang bisa melintasi transformator frekuensi tinggi.

4. Programmable Power Supply

Programmable Power Supply merupakan jenis pencatu daya yang pengoperasiannya dapat dikontrol oleh remote control melalui antaramuka (interface) input analog maupun digital seperti RS232 dan GPIB.

5. Uninterruptible Power Supply (UPS)

Uninterruptible Power Supply atau yang sering dinamakan dengan UPS merupakan pencatu daya yang memiliki 2 sumber arus listrik, yakni arus listrik yang langsung berasal dari tegangan input AC dan baterai yang terdapat di dalamnya.

Ketika listrik dalam kondisi normal, tegangan input akan secara simultan mengisi baterai dan menyediakan arus listrik untuk beban (peralatan listrik). Namun, bila terjadi kegagalan pada sumber tegangan AC seperti matinya listrik, maka baterai akan mengambil alih untuk mensupply tegangan untuk peralatan listrik / elektronika tersebut.

6. Hight Voltage Power Supply

Hight Voltage Power Supply merupakan power supply yang mampu menghasilkan tegangan tinggi hingga ratusan bahkan ribuan volt. Biasanya Power Supply jenis ini digunakan pada mesin X-ray ataupn alat-alat yang memerlukan tegangan tinggi.

low pass filter adalah

Low Pass Filter (LPF) Adalah …

arga in elektro
  ·   3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *