elektro

Cara Mengukur Transistor PNP dan NPN

Mengetahui cara mengukur sebuah transistor dengan benar sangatlah penting bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia elektro. Hal ini sering digunakan untuk menentukan...

Written by arga · 3 min read >
cara mengukur transistor 1

Mengetahui cara mengukur sebuah transistor dengan benar sangatlah penting bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia elektro. Hal ini sering digunakan untuk menentukan apakah transistor tersebut layak digunakan atau tidak. Lantas bagaimanakah cara mengukur transistor dengan benar ?

Cara Mengukur Transistor

Alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur sebuah transistor yaitu multimeter analog dan multimeter digital.

Cara mengukur transistor menggunakan dua alat ini terbilang mudah dan gampang. Dengan bantuan alat multimeter, anda dapat dengan menentukan apakah sebuah transistor telah mengalami kerusakan atau tidak. Hasil dari alat ini pun sangat akurat dalam menentukan kelayakan penggunaan sebuah transistor.

Tidak hanya untuk mengetahui kerusakan saja, alat multimeter ini juga dapat digunakan untuk menentukan jenis kaki dari sebuah transistor tersebut. Sehingga alat ini terbilang penting dalam dunia elektro.

Faktor-faktor yang menjadi penyebab akan transistor rusak antara lain :

  • Pemasangan kaki-kaki basis, kolektor dan emitor yang tidak benar
  • Kesalahan desain rangkaian
  • Pemberian tegangan bias transistor yang terlalu besar
  • Arus beban yang terlalu besar

Kerusakan pada sebuah transistor dapat merusak rangkaian lain, meledak maupun mengeluarkan bau asap beracun yang tidak baik bagi kesehatan manusia.

Ciri-ciri sebuah transistor yang telah rusak parah umumnya ditandai dengan short-nya kaki pada basis, kolektor dan emitor. Baik itu short sebagian maupun semuanya.

Cara Mengetahui Jenis Transistor

Sebelum mengukur sebuah transistor, anda wajib tahu jenis transistor tersebut. Untuk mengetaui jenis transistor, NPN atau PNP bisa dilihat dari kode huruf yang terdapat pada transistor tersebut :

  • Huruf A : Transistor PNP Frekuensi tinggi
  • Huruf B : Transistor PNP Frekuensi rendah
  • Huruf C : Transistor NPN frekuensi tinggi
  • Huruf D : transistor NPN Frekuensi rendah

“Anda juga harus tahu, mana kaki transistor basis, emitor dan kolektor. Karena ketiga kaki terkadang memiliki posisi yang tidak sama antar transistor”.

Cara Mengukur Transistor dengan Multimeter Analog

Setelah mengetahui jenis sebuah transistor, anda dapat mengukurnya. Ada dua cara dalam mengukur transistor dengan multimeter analog yang tergantung dari jenis transistor tersebut, NPN atau PNP.

Cara Mengukur Transistor PNP (Multimeter Analog)

mengukur transistor PNP dengan multimeter analog

  1. Atur posisi selektor pada multimeter analog ke posisi ohm ( skala terkecil 1K hingga 10K)
  2. Hubungkan terminal merah/positif/probe merah ke kaki basis transistor (B) dan probe hitam/negatif/terminal hitam ke kaki emitor transistor (E) . Jika jarum multimeter bergerak ke arah kanan menunjukkan nilai tertentu berarti transistor dalam kondisi baik.
  3. Pindahkan posisi terminal hitam/negatif/probe hitam ke kaki kolektor transistor ( C ). Jika jarum multimeter bergerak ke arah kanan dan menunjukkan nilai tertentu maka transistor dalam kondisi bagus serta layak digunakan dalam sebuah rangkaian.

Cara Mengukur Transistor NPN ( Multimeter Analog)

cara mengukur transistor NPN multimeter analog

  1. Atur posisi selektor multimeter seperti mengukur transistor PNP yakni ke posisi ohm (skala 1K hingga 10K).
  2. Hubungkan terminal hitam/negatif/probe hitam ke kaki basis transistor (B) dan terminal merah/negatif/probe merah ke kaki emitor transistor (E). Jika jarum jarum multimeter bergerak ke arah kanan menunjukkan nilai tertentu maka transistor dalam kondisi baik.
  3. Pindahkan posisi terminal merah/positif/probe merah ke kaki kolektor transistor (C). jika pada jarum multimeter bergerak ke arah kanan menunjukkan nilai tertentu maka transistor bagus dan layak digunakan.

Cara Mengukur Transistor dengan Multimeter Digital

cara mengukur transistor dengan multimeter digital

Selain mengukur menggunakan multimeter analog, alat lain untuk mengukur transistor yaitu dengan menggunakan multimeter digital. Cara pengukuran memiliki sedikit perbedaan, yakni secara terbalik dari multimeter analog.

Pastikan anda sudah tahu kaki transistor untuk basis, emitor dan kolektor.

Cara Mengukur Transistor PNP (Multimeter Digital)

  1. Atur posisi saklar multimeter digital pada posisi Dioda
  2. Hubungkan terminal/probe hitam pada kaki basis transistor (B) dan terminal/probe merah pada kaki emitor (E). Bila display pada multimeter menampilkan angka 1 atau selain 0 atau voltage tertentu, maka transistor tersebut dalam kondisi baik.
  3. Pindahkan terminal/probe merah ke kaki kolektor (C), bila display multimeter menampilkan nilai voltage 1 atau selain 0 berarti transistor baik dan layak digunakan.

Bila display multimeter digital menampilkan nilai voltage 0 atau 000 maka terdapat kesalahan pada cara pengukuran atau ada kerusakan pada kaki-kaki transistor sehingga transistor tersebut tidak disarankan untuk digunakan.

Cara Mengukur Transistor NPN (Multimeter Digital)

  1. Pastikan posisi saklar multimeter digital pada posisi dioda.
  2. Hubungkan terminal/probe merah pada terminal basis transistor (B) dan terminal/probe hitam pada kaki emitor transistor (E). Bila display pada multimeter menampilkan nilai voltage 1 atau selain 0 maka transistor dalam kondisi bagus.
  3. Kemudian pindahkan terminal/probe hitam pada kaki kolektor transistor (C). Bila display multimeter menampilkan nila voltage tertentu maka transistor dalam kondisi baik dan layak digunakan dalam sebuah rangkaian.

Bila display multimeter digital menampilkan nilai voltage 0 atau 000 maka terdapat kesalahan pada cara pengukuran atau juga kemungkinan besar terjadi kerusakan pada kaki transistor sehingga transistor tersebut tidak disarankan untuk digunakan.

Tips dan Cara Menentukan Kaki Transistor

cara menentukan kaki transistor

Bila anda masih merasa bingung dalam menentukan kaki sebuah transistor mana Basis, Emitor maupun Kolektor, Berikut adalah cara menentukan kaki transistor menggunakan alat multimeter.

Kaki  Kolektor (C) dan  Emitor (E) Transistor PNP ( Multimeter Analog)

  1. Atur posisi saklar pada Ohm meter dengan skala X10 Kꭥ
  2. Lakukan pengukuran dengan cara yang sama seperti cara mengukur transistor PNP menggunakan multimeter analog.
  3. Kaki Basis Transistor (B) yang mulanya terhubung dengan terminal merah/positif tukarlah dengan terminal hitam/negaitf, dan hubungkan terminal merah/positif tadi pada kaki 1 atau 2 ( kaki Emitor dan Kolektor yang sedang dicari).

Nah bila pada langkah ini dihubungkan ke kaki 1 dan menunjukkan jarum bergerak  ke arah kanan dan kaki 2 diam saja, berarti kaki 1 dipastikan emitor (E) dann kaki 2 merupakan Kolektor (C). Karena dalam teori transistor telah dijelaskan bahwa hambatan sebuah kolektor lebih besar dibandingkan hambatan emitor.

Kaki Kolektor (C) dan Emitor (E) Transistor NPN ( Multimeter Analog)

  1. Atur juga posisi saklar pada Ohm Meter dengan skala X10 Kꭥ
  2. Lakukan pengukuran dengan cara yang sama sseperti mengukur transistor NPN menggunakan multimeter analog.
  3. Kaki basis transistor (B) yang mulanya terhubung dengan terminal hitam/negatif tukarlah dengan terminal merah/positif, selanjutnya hubungkan terminal hitam/negatif pada kaki 1 atau kaki 3 (kaki emitor dan kolektor yang dicari).

Perhatikan jarum, bila ketika dihubungkan ke kaki 1 menunjukkan jarum bergerak dan pada kaki 2 jarum hanya diam saja, ini berarti kaki 1 merupakan emitor (E) dan kaki 2 adalah kolektor (C). Di dalam teori transistor telah dijelaskan bahwa hambatan sebuah kolektor lebih besar daripada hambatan emitor.

Nah, demikian penjelasan mengenai cara mengukur transistor menggunakan multimeter analog maupun digital. Pastikan terlebih dahulu kaki-kaki transistor untuk Basis, Emitor dan Kolektor. Semoga bermanfaat dan bisa mempermudah anda semua.

elektronika dasar

ELEKTRONIKA DASAR DAN KOMPONEN UTAMANYA

arga in elektro
  ·   3 min read
low pass filter adalah

Low Pass Filter (LPF) Adalah …

arga in elektro
  ·   3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *